DP2K Kota Palembang Melakukan Penandatanganan MOU dengan Fakultas Pertanian UTP

Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang berkunjung di Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Palembang, Rabu (3/8) sore.

Editor: BangOpeak
TRIBUNSUMSEL.COM / ANDI AGUS TRIYONO
Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang berkunjung di Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Palembang, Rabu (3/8) sore. Kedatangan tersebut untuk penandatanganan kerjasama di bidang penelitian, magang dan peran perguruan tinggi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG  - Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang berkunjung di Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Palembang, Rabu (3/8) sore. Kedatangan tersebut untuk penandatanganan kerjasama di bidang penelitian, magang dan peran perguruan tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kota Palembang, Harrey Hadi berharap dan menitikberatkan pengelolaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dari hulu hingga hilir semakin baik. Misalnya dalam pengelolaan limbah RPH yang selama ini belum dimaksimalkan.

"Limbah disana sampai sekarang belum dimanfaatkan dengan baik, belum dimanfaatkan secara maksimal baik limbah padat maupun cair," katanya.

Dia berharap kepada akademik, khususnya Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang agar hal tersebut menjadi objek dan kajian studi bagi mahasiswa. Agar limbah RPH bisa dimanfaatkan secara baik sehingga dari hulu ke hilirnya semakin baik.

Apalagi kata dia, RPH pernah mendapatkan penghargaan terbaik. Tahun ini mendapat dana dari APBN sebesar Rp 13 miliar. Dana itu akan digunakan untuk membangun konstruksi RPH sebesar Rp 10 miliar dan sisanya untuk kebutuhan peralatan.

Saat ini, kapasitas RPH hanya berkisar 10-15 ekor per hari. Jika pembangunan itu selesai maka kapasitas pemotongan sapi akan meningkat 50 - 200 ekor perhari.

"Kemudian soal pasokan daging steak. Itu kalau kita bisa menyediakan dari RPH Gandus, wah hebat benar," ujar dia.

Dari data Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kota Palembang lahan untuk sawah memiliki luas 6.189 hektar. Dengan luasan tersebut, kota Palembang bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri terutama kebutuhan beras.

Bila dimanfaatkan secara maksimal, pasokan beras tidak akan mendatangkan dari luar daerah.

"Disamping masalah irigasi, bagaimana membuka kondisi lahan rawa yang memiliki kandungan besi, hara yang tinggi bisa dimaksimalkan untuk pertanian. Bagaimana akademik bisa mengolah ini,"kata Harrey.

"Kemudian perikanan, kita punya sungai Musi yang sangat panjang. Itu juga belum dimaksimalkan dan masih banyak lagi potensi di Palembang," tambahnya.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang, M Nasir mengungkapkan pihaknya siap dengan tantangan tersebut.

"Kami punya ilmu dan tenaga tapi tidak ada uang. Mohon difasilitasi, kami siap," katanya.

Kata dia, kajian dan penelitian yang akan dilakukan bisa menunjang program dinas terkait. Limbah bisa dikelola untuk kebutuhan pertanian, perikanan dan serbaguna.

"Kami mencoba bekerjasama dengan pihak luar, sehingga aktivitas dosen tidak di kampus saja. Kami siap dukung dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kota Palembang," katanya. (and)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved