Breaking News

Tidak Bisa Matikan Handphone Curian, Muhammad Ali Ditangkap Pencuri

Saya tidak tahu cara matikannya pas, pas di dalam jok dalam posisi hidup, tiba-tiba bergetar dan ada suara. Saya menyesal pak

TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Ali saat diamankan di Polresta Palembang 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Awalnya, Muhammad Ali (19), warga Jalan Gubernur HA Bastari Lorong Gotong Royong Kecamatan Seberang Ulu (SU) I ini datang ke Polresta Palembang untuk membuat surat izin mengemudi (SIM) C. Namun, bukan SIM C yang didapat, Ali malah harus berurusan dengan polisi, dan terancam di balik sel tahanan, Senin (1/8/2016).

Ali diamankan, karena kedapatan mencuri sebuah Handphone (hp) Iphone 4 milik Muhamad Irvan (23) warga Komplek Pusri Sukamaju Jalan Musi Kelurahan Sukamaju Kecamatan Sako yang saat itu tertinggal di meja pelayanan pembuatan SIM.

Menurut Irvan, saat melapor di ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang ini mengatakan, saat itu ia datang untuk membuat SIM A dan SIM C.

Tiba-tiba, saat ia usai mengisi formulir dan menyerahkannya kepada petugas, handhpone yang diletakkan di kursi tempat semula ia duduk tiba-tiba hilang.

"Saat hilang itu, saya langsung lapor polisi disitu pak," ujarnya saat dibincangi Tribunsumsel.

Petugas yang mengetahui kejadian tersebut, langsung memanggil Irvan. Dari Irvan, Kanit Regiden Polresta Palembang Iptu Riky Mozam lantas melacak lokasi hp tersebut dengan menggunakan aplikasi Icloud.

Disana terlihat, posisi handphone masih berada di sekitar Polresta Palembang. Sehingga tanda bunyi hp akhirnya menuju jok motor milik pelaku Ali.

Ali yang sudah ketakutan karena tak bisa mematikan hp tersebut langsung diciduk petugas untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Setelah dilacak pakai Icloude hp saya berbunyi dan dijok motor orang itu," jelasnya.

Sementara Ali saat diamankan mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Menurutnya, awalnya dia bingung untuk mengambil hp yang tertinggal di kursi tersebut, namun mengaku karena khilaf, iapun akhirnya mengambil hp itu.

“Saya tidak tahu cara matikannya pas, pas di dalam jok dalam posisi hidup, tiba-tiba bergetar dan ada suara. Saya menyesal pak,” akunya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved