Usai Santap Makan Siang, Ratusan Pekerja di Baturaja Keracunan
Kasus keracunan massal ini nyaris tidak ketahui kalau saja Erdi (38) tidak datang ke Puskesmas untuk berobat.
TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA- Keracunan massal menimpa karyawan Tambang Batu Bara PT Buana Eltra. Sedikitnya 101 karyawan diduga mengalami keracunan makanan dan kini harus dirawat di Puskesmas Kecamatan Pengandonan Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Menurut informasi di lapangan, Kamis (28/7/2016), dugaan keracunan makanan diketahui pada Rabu (27/7/2016). Hal itu berawal dari salah seorang pasien datang ke Puskesmas Pengandonan dengan keluhan mual pusing, muntah-muntah dan buang air.
Kasus keracunan massal ini nyaris tidak ketahui kalau saja Erdi (38) tidak datang ke Puskesmas untuk berobat.
“Kami tidak tahu hingga Erdi ngomong katanya banyak karyawan lainnya yang keracunan serupa,“ kata Kepala Puskesmas Pengandonan Kalsun Abadi SKM.
Mengetahui ada 100 lebih karyawan PT Buana Eltra yang diduga keracunan pihak Puskesamas segera melakukan persiapan tempat dan petugas medis.
“Kita semua mengkonsumsi makanan yang sama. Apa yang diberikan itu yang kita makan,” kata Manajer Legal dan HRD PT Buana Eltra Jontan Rudi Nober.
Ia menyebut beberapa staf PT Buana Eltra ikut makan namun tidak keracunnan. Diantaranya Handoko, Medison, Bagyo, serta Warison Gultom. Namun kesemunya sehat-sehat saja.
Dikesempatan Jontan mengatakan, katering yang dikelola pihak perusahaan sudah lima tahun berjalan namun baru pertama kali ini bermasalah.
Jontan mengatakan, pihak perusahaan memang menyewa satu rumah di Desa Ulakpandan Kecamatan Semidangaji Kabupaten Ogan Komeirng Ulu.
Di rumah yang disewa inilah tempat masak makanan yang memberdayakan masyarakat setempat untuk memasak.
Selanjutnya jatah makan ini didistribuskan ke tambang yang berlokasi di Desa Gunungkuripan Kecamatan Pengandonan Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Jontan mengatakan, di dapur dan tempat masak rutin diperiksa kebersihannya terjaga. Karyawan yang keracunan kata Jontan meliputi karyawan bagian produksi, security dan para karyawan lainnya.
Saat ditanya kenapa pihak perusahaan terkesan menutup-nutupi dan lamban memberikan penanganan, Jontan mengatakan, pihaknya baru tahu pagi tadi karena prosesnya tidak serentak melainkan berangsur-angsur.
“Kita lebih senang terbuka, namun memang terjadinya berangsur-angsur," katanya.
Berikut nama korban yang dirawat di Puskesmas Pengandonan Erdi (38), Armandani (29), Hariadi (34), Apri (32), Depici (22), Sahril (36), Efriansa (34), Candra (26), Satlat (31), Heri H (30), Heri F (35), Samsuri (41), Apri walidi (33), M Imroni (28), Lepri (25), Junaidi (50), Asep (28), Depi (28), Yepriansya (25), Feri Irwansa (26), Ferli (30), Rahwanili (45), Lismar (46), Sipto (37), Tini (42), Armidi (36), Samri (26), Arizon (38), Kumarli (31), Surono (44), Sapri (29), Efran (30), Nufin (50), Jefri (28), Erwin (39), Sarmidun (51), Zayati (50), Efran B (30), Junaidi (49), Lipri (25), Rubin (35), Windi (29), serta Asyadi (42). (Leni Juwita/ SP)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/keracunan_20160728_200706.jpg)