Kebijakan Plastik Berbayar "Ampuh" Tekan Penggunaan Kantong
Pasalnya, satu kantong plastik dikenakan banderol Rp 200
Sebanyak 740.000 tas belanja didistribusikan per 1 Mei 2016 di toko-toko ritel di Indonesia. Konsumen bisa mendapatkan tas ini secara gratis bila membeli produk Tempo Scan senilai minimal Rp 50.000.
Pemakaian plastik
Riset Greeneration Indonesia pada 2009 menuliskan bahwa satu orang di Indonesia rata-rata memakai 700 kantong plastik per tahun. Bila diakumulasi, ada lebih dari 100 miliar kantong plastik yang digunakan masyarakat Indonesia per tahun.
Dengan biaya Rp 200—patokan dalam kebijakan pemerintah berdasarkan kesepakatan dengan Aprindo didapati setiap orang rata-rata mengeluarkan uang Rp 140.000 hanya untuk membayar kantong plastik, bila kebiasaan penggunaan kantong tersebut tak berubah.
Kalaupun nominal itu dianggap tidak seberapa, masih banyak bencana yang mengiringi bila kebiasaan penggunaan kantong plastik tidak dikurangi.
Saat ini, ekosistem di laut mulai terancam, setidaknya merujuk riset dari Jenna Jambeck dan kawan-kawan pada 2015. Di situ disebutkan, Indonesia merupakan negara penyumbang nomor dua terbanyak sampah plastik ke laut.
Sampah yang dihasilkan mencapai 187,2 juta ton. Bahkan ada prediksi pada 2050, jumlah sampah plastik di laut akan lebih banyak dari jumlah ikan.
Saat ini pun banyak biota laut yang mengira sampah plastik adalah makanannya.
Untuk mengantisipasi hal itu, kebiasaan baru untuk mengurangi penggunaan plastik harus segera dimulai. Bukan untuk pengehematan semata, tetapi untuk keberlangsungan hidup di bumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/plastik-asoi_20160728_111235.jpg)