Bocah Obesitas 119 Kilogram
10 Dokter Tangani Si Bocah Obesitas Rizki
Dalam perawatan ini, Rizki diberikan pola makan sesuai kebutuhan dan tidak bisa diprediksi kapan tubuh Rizki akan normal kembali serta perawatannya di
Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Siemen Martin
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Koordinator medis, Dr Aditiawati SpA mengungkapkan pihaknya sudah dua hari memantau perkembangan kasus yang ditangani.
Pihaknya juga terus mencari penyebab faktor kelainan obesitas selain penyakit amandel yang diderita.
Ada berbagai dokter yang menangani Rizki, mulai dari ahli jantung, ahli paru-paru, neurologi, nutrisi, gizi, psikiatri, psikologi, radiologi, THT dan ortopedi.
Dalam perawatan ini, Rizki diberikan pola makan sesuai kebutuhan dan tidak bisa diprediksi kapan tubuh Rizki akan normal kembali serta perawatannya ditanggung oleh BPJS.
Bocah obesitas asal Palembang Rizki Rahmat Ramadan yang memiliki berat badan 119 kilo memiliki kebiasaan tidur saat tengah malam.
Sailah Sukro,orang tua Rizki saat menggelar Prescon di RSMH Palembang mengatakan Rizki mengalami susah tidur.
"Rizki selalu susah tidur,kalau tidur tak pernah dibawah jam 12.Tidurnya jam 1 malam terus dan selalu lapar," kata dia,Kamis (21/7/2016).
Awalnya Rizki seperti anak normal anak-anak lain di lingkungan tempat tinggal. Namun setelah menginjak usia 9 tahun mulai terlihat perbedaan dalam pertumbuhannya.
Berat badan Rizki terus bertambah secara cepat, pada usia 9 tahun itu dia sudah memiliki berat badan 90 kilogram.
“Awalnya biasa saja, kami belum tahu kalau bakal jadi seperti ini. Terakhir kami timbang, sebelum Ramadan, Rizki memiliki berat badan 112 kilogram, tapi sekarang sudah 119 kilogram," kata Sailah.
"Kami rasakan sangat beda sejak 6 bulan terakhir ini. Dalam satu minggu berat badan naik 3 kilo," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/koordinator-medis-dr-aditiawati-spa_20160721_140513.jpg)