Ramadan 2016
Pertamina RU III Jamin Ketersediaan BBM Aman Hingga Lebaran
"Kita normal produksi, H+7 dan H-7 tidak boleh ada kendala dan sekarang bisa meningkatkan produksi,"katanya.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: M. Syah Beni
TRIBUNSUMSEL, PALEMBANG,--PT Pertamina (persero) Refinery Unit (RU) III Plaju, menjamin ketersediaan stok bahan bakar minyak di kilang mencukupi dalam menghadapi maupun hingga lebaran usai nanti.
Hal tersebut disampaikan Manager RU IIIi Mahendra Sudibja, melalui Senior Manager Operation and Manufacturing (SMOM) Djoko Priyono dan Area Manager CSR dan SMEpP Sumbagsel Asmayadi, disela-sela penyerahan CSR secara simbolis di SDN 14 Banyuasin I, Rabu (22/6/2016).
"Kita normal produksi, H+7 dan H-7 tidak boleh ada kendala dan sekarang bisa meningkatkan produksi,"katanya.
Menurutnya, dalam mengantisipasi kenaikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Ramadhan hingga lebaran nanti, pihaknya bisa meningkatkan produksi hingga 10 persen dari produksi normal setiap harinya.
"Normalnya kita memproduksi sekitar 85 ribu barel minyak perhari, dengan kenaikan produksi bisa saja nanti mencapi sekitar 87 ribuan barel per hari,"ucapnya.
Meskipun begitu, pihaknya memastikan jika stok BBM dikilang RU III Plaju saat ini masih mencukupi, baik dari avtur, premium, pertalite, solar dan sebagainya hingga lebaran.
"Kalau di RU III ketersediaan stok, salam satu produksi bisa 5 sampai 8 hari, tergantung produk itu sendiri, mengingat produksi terus dan punya stok yang ada,"capnya.
Ditambahkan Djoko, pihaknya memperkirakan dari pengalaman lebaran sebelumnya, akan ada kenaikan konsumsi BBM jenis avtur (untuk pesawat), yang bisa mencapai 50 persen.
"Kenaikan avtur biasanya terjadi, untuk di bandara SMB II normalnya 8 truck tangki sekitar atau 16 ribu KL, tapi MOR II minta dinaikan menjadi 14 truck atau naik 50 persen dari konsumsi normal,"bebernya.
Dilanjutkannya, jika ada kekurangan BBM jenis avtur tersebut dari RU III, pihaknya siap menginjeksinya dari RU IV, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sebagai antisipasi.
"Kenaikan itu diperkirakan minggu depan, apalagi armada juga sudah disiapkan oleh rekan kita di MOR II, untuk antisipasi lonjakan sehingga tidak ada masalah, dan sekarang masih normal,"tuturnya, seraya mengungkapkan untuk operasional di produksi kilang dilakukan selama 24 jam.
Sedangkan untuk jenis BBM premium, pihaknya sendiri memprediiksi akan ada kenaikan juga, namun jumlahnya tidak terlalu signifikan.
"Kenaikan premium hanya dilokal saja dan tidak signifikan. Sementara untuk jenis solar konsumsinya pasti turun, karena mendekati dan saat lebaran, industri berhenti beroperasi dan angkutan besar tidak beroperasional,"pungkasnya.