Ramadan 2016
PHRI Dukung Tempat Hiburan Malam Ditutup, Kecuali Karaoke Keluarga
"Kalau untuk hiburan yang menggunakan wanita penghibur, harus tutup total. Tapi, kita minta dengann pembatasan masih diizinkan buka. Seperti tempat ka
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, mendukung rencana pemerintah kota Palembang menutup tempat-tempat hiburan malam di beberapa tempat, selama bulan Ramadan.
Namun PHRI Sumsel, meminta pemerintah membuat pengecualian khususnya karoke keluarga, dengan alasan harus memperhatikan karyawan yang bekerja. Sebab, siapa yang akan membayar gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) para pegawai. Apalagi karoke keluarga semacam itu dianggap tidak terlalu meresahkan.
"Kalau untuk hiburan yang menggunakan wanita penghibur, harus tutup total. Tapi, kita minta dengan pembatasan masih diizinkan buka. Seperti tempat karaoke keluarga seharusnya masih boleh,"kata ketua PHRI Sumsel Herlan Aspiudin, Minggu (5/6/2016).
Menurut Herlan, mungkin untuk tempat karaoke ini tetap bisa berjalan, namun operasinya saja sedikit dibatasi. Dimana selama ini berlangsung pagi hingga malam hari diubah, pada waktu tertentu saja.
Menurut Herlan, pemerintah harus mempertimbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perhotelan dan pajak tempat hiburan. Jika ditutup total, Herlan menyayangkan kerugian yang diterima pemerintah, pengelola dan pekerja.
"Karaoke keluarga itu pada prinsifnya sama dengan restoran, hanya ada fasilitas nyanyi saja,"terangnya.
Nah, dengan begitu seharusnya pemerintah harus adil menerapkan kebijakan, jika memang mau adil, harus tutup juga restoran atau rumah makan selama bulan puasa.
"Kita tanya, kenapa tidak diterapkan sesuai aturan yang sama, untuk restoran atau rumah makan,"tanyanya.
Meski begitu, Herlan sepakat bila pemerintah menutup tempat hiburan, yang menjual alkohol dan menyediakan perempuan pendamping karoke selama bulan puasa.
"Kalau tempat hiburan yang ada alkohol atau LC ditutup selama bulan puasa, kita setuju saja. Hanya karaoke keluarga yang kita minta keringanan," pungkasnya.