WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Pagi Ini, Empat WNI yang Dibebaskan dari Kelompok Abu Sayyaf Tiba di Jakarta

Proses serah terima empat WNI antara pemerintah Filipina dengan Indonesia sudah berlangsung

Editor: M. Syah Beni
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Sepuluh awak kapal pandu Brahma 12 milik perusahaan tambang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, disandera sejak 26 Maret lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA- Empat WNI yang baru saja dibebaskan Rabu (11/5/2016) kemarin dari kelompok penyandera di Filipina akan mendarat di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma Jumat (13/5/2016) pagi.

Informasi ini didapat dari Kolonel (PNB) Sri Mulyo Handoko selaku Danlanud Halim Perdanakusuma.

Proses serah terima empat WNI antara pemerintah Filipina dengan Indonesia sudah berlangsung pada Kamis (12/5/2016) siang. Proses serah terima itu dilakukan di salah satu KRI yang berada di perairan Filipina.

(Baca: Kemlu: Identitas Pihak yang Berperan Bebaskan WNI di Filipina Tak Bisa Diungkap)

"Mereka baru akan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma Jumat (13/5/2016) sekitar jam sembilanan pagi," tulis Handoko saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat Kamis (12/5/2016) malam.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan setelah poses serah terima empat WNI dari pemerintah FIlipina ke pemerintah Indonesia dilakukan, maka mereka kemudian akan dibawa ke Tarakan, Kalmantan Utara dengan menggunakan KRI.

Setelah itu, mereka diterbangkan ke Jakarta.

Dia mengatakan, empat awak kapal tunda Henry tersebut saat ini dalam keadaan sehat. Mereka adalah M Ariyanto Misnan (22/nakhoda), Loren Marinus Petrus Rumawi, Dede Irfan Hilmi (25), dan Samsir (35).

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved