WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Semoga Pemerintah Selalu Ingat Masih Ada Empat Warganya yang Disandera Abu Sayyaf

Tak banyak upaya menemui perusahaan atau pihak lainnya yang mereka lakukan

Editor: M. Syah Beni
AP
Militan Abu Sayyaf di Pulau Jolo, selatan Filipina. 

Kapal yang menarik kapal tongkang Christy tersebut dibajak di tengah laut dan membuat empat dari 10 ABK diculik Enam ABK lainnya selamat. Lima orang yang selamat bahkan kini sudah kembali ke rumah masing masing.

Mereka yang masih ditawan yakni: Moch Ariyanto Misnan selaku Kapten Kapal, Lorens MPS, Dede Irfan Hilmi, dan Samsir.

Kondisi Baik
Pengamat intelijen Ridlwan Habib menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, empat ABK TB Henry tersebut dalam kondisi baik.

Mereka telah terpantau berkat upaya tim negoisasi dari pemerintah RI dengan kelompok Abu Sayyaf yang menyanderanya.

Ridlwan memperkirakan, keempat ABK ini dalam waktu tak lama lagi juga segera dibebaskan dan kembali ke tanah air.

"Mereka sudah terpantau dengan baik. Semoga tak lama lagi segera dibebaskan," ujar Ridlwan kepada Tribun.

Ridlwan justru mengingatkan agar tidak lagi terjadi saling mengklaim saat membebaskan empat ABK itu nanti. Jangan sampai kejadian saling klaim saat pembebasan 10 ABK TB Brahma terulang.

Jika saling klaim itu terjadi, maka bisa membahayakan empat ABK yang masih disandera.

"Jangan sampai euforia klaim-klaim sepihak dan euforia pembebasan itu membahayakan empat WNI lainnya yang masih ada di Filipinan Selatan," kata Ridlwan Habib.

Ridlwan meyakini, bebasnya 10 WNI atau ABK asal Indonesia tiga hari lalu adalah hasil dari proses panjang misi intelijen rahasia sejumlah pihak Indonesia dan Filipina.

Dan tidak selayaknya hal itu disampaikan secara detil ke publik karena bisa dipelajari dan dibaca oleh kelompok penyandera. Hal itu pun akan sangat membahayakan.

"Ingat, dalam prinsip sebuah operasi senyap itu kalau berhasil orangnya tidak dipuji, gagal dicaci maki, hilang tidak dicari, dan kalau dia mati tidak diakui. Ini yang dipegang teguh para pelaku operasi-operasi senyap dan sudah menjadi doktrin baku," ucap Ridlwan. (tribunnews/fik/coz)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved