Kopi Renggut Nyawa Mirna

Jika Cemburu, Kaum Lesbian Rela Berkelahi Demi Dapatkan Sang Pasangan

Dia menganggap Mirna hanya "mainan" Jessica.

Penulis: M. Syah Beni | Editor: Kharisma Tri Saputra
Andri Donnal Putera
Jessica, teman dari Wayan Mirna Salihin berjalan keluar setelah enam jam lima puluh menit diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, M Syah Beni

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Motif pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin mulai menunjukkan titik terang.

Mengacu pada pernyataan Dermawan Salihin, ayah Mirna, di acara Indonesia Lawyers Club yang menyebut ada isi WhatsApp Jessica kepada putrinya yang dianggap tidak biasa.

Dia menganggap Mirna hanya "mainan" Jessica.

Mirna juga mengalami ketakutan terhadap Jessica.

Bahkan dalam isi WhatsApp nya Jessica berkata laiknya seorang yang sedang memadu kasih. "Mir, mau dong dicium sama lo. Udah lama deh," isi pesan tersebut.

Apa benar isi pesan mesra itu merujuk kepada penyimpangan seksual yang dialami Jessica. Apakah hubungan terlarang itu pula yang membuat Jessica tega membunuh Mirna.

Mari sejenak lupakan Jessica dan Mirna dan melihat kehidupan kaum wanita penyuka sesama jenis yang ada di Kota Palembang.

Malam belum terlalu larut. Jam masih menunjukan pukul 20.00 WIB (beberapa waktu lalu).

Ada sekelompok anak remaja yang memilih untuk menjauh dari keramaian dan berkumpul di pelataran museum di kawasan Benteng Kuto Besask (BKB) PAlembang.

Sekitar dua puluh orang remaja tersebut lantas duduk di atas pot bunga berbentuk lingkaran yang ada di pelataran museum.

Sekilas remaja tersebut merupakan pasangan muda-mudi yang sedang ingin memadu kasih. Namun setelah diamati lebih teliti, tidak ada laki-laki dalam kelompok remaja tersebut. Orang yang berpenampilan laiknya lelaki itu ternyata juga seorang wanita.

Kelompok itulah yang menasbihkan diri mereka sebagai komunitas lesbi. Komunitas penyuka sesama jenis.

Pantauan Tribun Sumsel di lapangan, saat komunitas tersebut berkumpul tidak banyak yang mereka lakukan. Hanya nongkrong, ngobrol, bercanda, sambil sesekali merokok.

Beberapa orang duduk secara berkelompok namun ada juga yang duduk berpasang-pasangan. Pasangan sesama lesbi tentunya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved