Pelajari Kegagalan Diet dari 5 Mitos Ini

BMI sering dikritik, karena tidak membedakan otot dari lemak. Orang berotot dapat keliru diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan.

Shutterstock
Ilustrasi 

Sebagai contoh, kita tahu bahwa hasil penurunan berat badan dapat menyebabkan perubahan hormonal yang mempengaruhi rasa lapar dan kenyang, serta mengubah cara otak merespon makanan.

Perubahan ini memengaruhi asupan makanan secara keseluruhan dan dapat terjadi di alam bahwa sadar seseorang. Ketika pelaku diet berkata bahwa dia tetap menjalakan diet mereka dengan "konsisten", mungkin mereka memang jujur. Tetapi jika mau diteliti benar-benar, pengukuran yang objektif akan menunjukkan hal yang sebaliknya.

5. Semua diet ditakdirkan untuk gagal.

Mitos ini ada, karena secara statistik kebanyakan orang cenderung untuk kembali ke berat badan yang semula, setelah beberapa tahun menjalani program penurunan berat badan.

Hal ini terjadi terutama berlaku jika mereka menganggap diet atau pembatasan asupan kalori sebagai strategi sementara untuk menurunkan berat badan.

Namun, ketika diet menjadi bagian dari gaya hidup yang terus-menerus dilakukan secara konsisten, banyak orang berhasil menurunkan berat badan dan mempertahankannya dalam jangka panjang.

Survei yang dilakukan oleh National Institutes of Health’s Body Weight Planner menyimpulkan, orang bisa tetap mempertahankan penurunan berat badannya, adalah karena olahraga atau aktif secara fisik.

Dengan kata lain, setelah Anda berdiet dan mendapat berat badan ideal, olahraga dan terus mempertahankan asupan kalori seimbang, akan membantu Anda mempertahan hasil yang sudah Anda dapatkan tersebut.

Sumber: Kompas
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved