Kegaduhah Politik Akankah Berlanjut pada 2016?

Dinamika politik di Indonesia dipenuhi berbagai kegaduhan sepanjang tahun 2015.

ESTU SURYOWATI/Kompas.com
Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino usai mengikuti rapat koordinasi tentang dwell time, di Kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2015). 

Selain itu, ada dua faktor lokal yang ikut menekan ekonomi dalam negeri. Pertama, masih rendahnya harga komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional.

Kedua, kegagalan pemerintah memaksimalkan faktor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai motor pertumbuhan, yang ditandai dengan lambannya penyerapan anggaran sepanjang 2015.

Bahkan, hampir semua pemerintah daerah juga gagal memaksimalkan anggaran.

"Hingga akhir 2015, sekitar Rp 270 triliun anggaran pembangunan daerah hanya bisa diendapkan di sejumlah bank karena banyak pejabat daerah takut mengeksekusi proyek-proyek pembangunan yang anggarannya telah disetujui," ujar Anggota Komisi III DPR ini.

Prediksi 2016

Jika tahun 2015 merupakan tahun konsolidasi pemerintahan Jokowi-JK dengan penuh gaduh, maka tahun 2016 diprediksi pemerintahan ini masih akan tetap gaduh.

Paling tidak isu reshuffle, skandal Freeport, dualisme kepengurusan partai Golkar dan PPP yang berlarut-larut akan menjadi penyebabnya.

Belum lagi desakan PDI-P untuk mencopot Rini Soemarno yang tidak akan digubris Jokowi.

"Serta ada juga perseteruan internal antar partai pendukung pemerintah di KIH terkait kursi menteri dengan masuknya PAN dan tidak menutup kemungkinan juga akan di susul beberapa partai dari KMP, akan menjadi puncak kegaduhan sepanjang 2016," tambah Bambang.

Hal itu belum ditambah lagi dengan kehaduhan parlemen jika kelak Pansus Freeport jadi bergulir.

Dari sisi ekonomi, tambah dia, ancaman datang dari berbagai program BLT yang diperkirakan pada februari-maret 2016 jika tidak ditambah melalui APBN-P akan menimbulkan masalah baru termasuk target penerimaan dari tax amnesty.

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved