Mengharukan, Guru Penderita Stroke Ini Ajari Siswanya di Pojok Kantin Sekolah
enderita stroke selama tiga tahun terakhir tak membuat semangat Ahmad Suudi, guru agama SD
Hingga suatu hari ia menyadari saat mengajar banyak obor bambu yang diletakkan di halaman sekolah. Ia lalu sempat bertanya kepada saalah satu muridnya yang duduk kelas satu.
"Saat saya tanya untuk apa obor itu, jawaban murid saya membuat saya terenyuh. Mereka bercerita jika berangkat sekolah harus bawa obor karena mereka berangkat jam 4.00 pagi," katanya sambil mengusap air mata.
"Saat itu saya malu. Anak anak kelas 1 SD berangkat jam empat pagi untuk belajar, mengapa saya yang menjadi alasan mereka berangkat sekolah harus mengeluh. Saya benar-benar malu," jelasnya.
Setelah sakit stroke 3 tahun terakhir, Pak Suud sempat berniat mengundurkan diri, namun ia tidak tega meninggalkan murid-muridnya.
Saat ini, untuk pergi sekolah yang berjarak 27 kilometer itu dari kediamannya, Suud mengandalkan ojek yang mengantarnya pulang pergi setiap hari.
"Walaupun badan saya sudah tidak bisa bergerak normal seperti dulu saya tidak akan berhenti mengajar karena saya sadar bahwa pengajar itu adalah panggilan jiwa,"