Punya 9 Istri, Sunaryo Sanggup Memberikan Nafkah Lahir dan Batin

Untuk memberi nafkah bathin saya melayaninya sesuai permintaan istri. Misalnya malam ini, siapa yang mau itu yang saya layani.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFONS PARDOSI
Setyo Joko Sunaryo beserta enam istri dan anak-anaknya foto bersama di depan rumah kontrakannya di Ngabang. Hingga saat ini keluarga tersebut hidup harmonis di dalam satu rumah. 

Disinggung tentang rumah tangganya, Naryo menegaskan sejak menikah pertama pada 1999, tidak pernah ada keributan di rumah tangganya.

Kalau pun pada akhirnya, bercerai dengan istri pertama, itu bukan karena dirinya bertengkara dengan sang istri.

"Hanya, istri pertama saya itu tidak mau dimadu. Dia mengalah, lalu minta cerai. Dia (istri) bilang, biarlah Mama mengalah, asal Papa bahagia," kenangnya.

Ia mengakui, banyak pandangan masyarakat yang miring terhadapnya karena memperistri sembilan perempuan.

Itu juga yang membuat dirinya menuliskan prinsip hidup di depan rumahnya.

Prinsip yang dipegang teguh Naryo itu adalah Jangan Menilai Orang Dari Omongan Orang Lain.

"Selama saya punya istri banyak ini, banyak yang mengatakan saya tuntut ilmu. Saya tegaskan, itu semua hanya omong kosong. Intinya kenapa saya banyak istri, hanya karena ikuti kakek saya. Mungkin ini garis keturunan juga dan saya hanya merasa nyaman menjalaninya," imbuhnya.

Ketika ditanya bagaimana menjaga rumah tangganya tetap harmonis dalam kehidupan sehari- hari, Naryo menuturkan yang terpenting adalah keadilan.

"Bagaimana saya menjaga keharmonisan, segala sesuatu yang saya berikan selalu adil. Tidak ada saya dibeda-bedakan. Begitu juga dengan anak-anak," ujarnya.

Keadilan itu juga yang diberikannya dalam memberikan nafkah batin. Ia pun merasa bahagia jika melihat istri-istrinya bersama-sama melahirkan.

Ketika mereka melahirkan sama-sama, istri-istri Naryo itu tak sungkan berbagi air susu ibu (ASI), untuk bay-bayinya. "Jadi tidak ada istri spesial. Semuanya sama," tegasnya.

Bagaimana untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya?

Naryo mengaku semua bisa dipenuhi dari pekerkjaan dan usaha yang digelutinya selama ini.

Namun, Naryo enggan menjelaskan lebih rinci jenis usahanya tersebut.

Ia menikah untuk pertama kalinya pada 1999, dengan perempuan bernama Naini (31).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved