Transgender Cantik Ini Mau Bunuh Diri Ketika Sang Kekasih Meninggalkannya
Saat usia 17 tahun, Tamang mengaku dekat dengan seorang pria yang juga teman baiknya. Hingga timbul benih - benih cinta diantara keduanya.
TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang transgender asal Nepal mengaku sempat ingin bunuh diri setelah pacarnya lebih memilih keluarga dibandingkan dirinya.
Dilansir Lollipop, Jumat (4/9/2015), Zenishia Tamang lahir sebagai seorang laki-laki.
Tapi pada usia lima tahun dia menyadari kalau dirinya adalah seorang wanita yang terperangkap dalam tubuh laki-laki.
Pada usia 15 tahun, Tamang mulai menerima dirinya sebagai wanita dan mulai menyukai pria.
Saat usia 17 tahun, Tamang mengaku dekat dengan seorang pria yang juga teman baiknya.
Hingga timbul benih - benih cinta diantara keduanya.
Namun, hubungan mereka ditentang pihak keluarga teman sekaligus kekasihnya.
Sang kekasih bahkan diberikan ultimatum oleh keluarganya.
"Keluarganya memberikan pilihan kepadanya pilih berhubungan denganku atau memilih keluarga.
"Sayangnya kekasihku lebih memilih keluarga dan akhirnya pergi meninggalkanku," ungkap Tamang.
Kekasihku itu aku kenal lewat Facebook, ia adalah seorang juru masak dan Tamang sebagai mahasiswa.
"Kami sudah sangat dekat hingga akhirnya ia memiih keluarga dan aku ditinggalkannya, jujur aku sangat patah hati waktu itu,"terangnya.
Akibat putus cinta, Tamang sempat hendak bunuh diri dengan terjun dari sebuah gedung lantai lima di Nepal.
Namun beruntung saat itu pihak keluarganya datang dan membujuknya untuk mengurungkan niatnya.
Serta memberikan dukungan baginya untuk jadi wanita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/zenishia-tamang_20150904_162048.jpg)