Jenderal Gatot Benarkan Ada Larangan Pengibaran Merah Putih di Merauke

Larangan tersebut dilakukan oleh oknum personel tentara Papua Nugini yang bertugas di sekitar perbatasan.

Editor: Weni Wahyuny
ODERICK ADRIAN MOZES
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersalaman dengan mantan Panglima TNI Moeldoko usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/7/2015). Presiden Joko Widodo melantik Sutiyoso sebagai Kepala BIN menggantikan Marciano Norman sedangkan Gatot Nurmantyo dilantik menggantikan Jenderal Moeldoko. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membenarkan adanya larangan pengibaran bendera merah putih di Merauke, Provinsi Papua. Larangan tersebut dilakukan oleh oknum personel tentara Papua Nugini yang bertugas di sekitar perbatasan.

Gatot menjelaskan, larangan pengibaran bendera merah putih terjadi di wilayah Sota arah timur, atau di Kampung Rawa Biru, Dusun Yakyu. Adapun oknum personel tentara Papua Nugini yang melarang warga setempat mengibarkan bendera merah putih berjumlah 14 orang.

"Ada 14 personel dari tentara Papua Nugini yang datang melarang," kata Gatot, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (15/8/2015).

Gatot mengatakan, masyarakat di Kampung Rawa Biru sempat menolak menurunkan bendera merah putih. Namun, karena oknum tentara Papua Nugini membawa senjata, bendera merah putih akhirnya diturunkan.

Penurunan bendera hanya dilakukan sesaat ketika para oknum tentara Papua Nugini berada di lokasi. Setelah tentara tersebut meninggalkan lokasi, masyarakat Kampung Rawa Biru langsung mengibarkan kembali bendera tersebut.

"Begitu (tentara) pergi dinaikkan lagi dan lapor kepada pos. Itu jaraknya 1,2 km dari perbatasan ke dalam wilayah NKRI," ujar Gatot.

Karena ada peristiwa itu, kata Gatot, personel TNI kini telah disiagakan di lokasi. Gatot mengungkapkan bahwa TNI tidak memiliki cukup personel untuk menjaga seluruh kampung di wilayah Merauke.

"Kami sudah mengajukan kepada Departemen Pertahanan untuk nota diplomatis. Yang bisa kami lakukan hanya itu," ungkapnya.

Gatot memastikan tidak terjadi kontak fisik antara masyarakat Kampung Rawa Biru dengan oknum tentara Papua Nugini yang melarang pengibaran bendera merah putih.

"Mungkin dia (tentara Papua Nugini) enggak tahu batas juga," pungkas Gatot.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved