Puguh, Siswa SD yang Rela Tinggalkan Sekolah Demi Jaga Ayah yang Sakit

Raut wajahnya terlihat lelah. Tatapan matanya kosong.

Tayang:
Editor: Weni Wahyuny
surya/Iksan Fauzi
Puguh Praminto (12), siswa kelas 6 SD Plesungan bolos sekaolah lantaran harus mejaga ayahnya sakit 

Aktifitasnya bermain sepakbola, permainan sembunyi-sembunyian, dan main permainan online setiap hari ditanggalkan semua untuk sementara.

Puguh dan Muawas mengontrak rumah di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Buawas berasal dari Ponorogo, sedangkan istrinya (alm) berasal dari Tulungagung. Di Bojonegoro, tak ada satupun sanak saudara.

Muawas menjalani perawatan di rumah sakit karena kena penyakit paru-paru yang sudah diidapnya bertahun-tahun. Awalnya, tukang becak yang bisa mangkal di depan kantor koramil Kecamatan Kapas itu menolak dirawat di rumah sakit. Dia takut tak bisa merawat anaknya yang sedang sekolah.

Namun, pada saat mencari kayu bakar di sebelah desanya-Desa Kapas, Kecamatan Kapas-untuk memasak nasi dan lauk pauk dua pekan lalu, nafas mantan pemain ludruk itu tersenggal-senggal.

Seorang perempuan bernama Rini melihat Muawas lewat di depan rumahnya dengan nafas tersenggal-senggal.

Rini mendekati dan menyarankan tukang becak itu supaya berobat ke rumah sakit, tapi ditolak oleh Muawas.

Penolakan Muawas bukan semata-mata menolak, tapi karena dia tak memiliki biaya untuk berobat.

Meski sudah menjadi warga Bojonegoro dan ekonominya di bawah garis kemiskinan, Muawas tak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah, termasuk jaminan kesehatan masyarakat atau jaminan kesehatan daerah, kecuali jatah beras miskin (raskin) dari pemerintah.

“Saya bilang ke bu Rini, saya tidak ada uang bu. Saya sudah berobat ke puskesmas,” kata Muawas kala itu.

Namun, Rini menyakinkan kepada Muawas, bahwa, penyakitnya itu harus diobati di rumah sakit. Rini pun minta Muawas memberikan kartu keluarga dan KTP untuk syarat mengajukan pengobatan gratis ke RSUD Sosodoro Djatikusumo.

“Karena ditolong Bu Rini (menguruskan permohonan biaya pengobatan) saya mau. Dan waktu itu, bersamaan dengan anak saya libur sekolah,” ujarnya.

Dia terdiam sembari matanya terus mengamati siswa itu yang masih lengkap mengenakan seragam batik sekolah.

“Kamu mengapa diam, Puguh?” tanya wartawan Surya kala itu di sela mewawancarai kehidupannya selama menjaga ayahnya sakit.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved