OKI Masih Bebas Dari Beras Sintetis

“Kalau untuk Kabupaten OKI masih aman dari peredaran beras sintetis, dan hingga saat ini kami belum menerima laporan yang menyebutkan beras sintetis,”

instagram
Beras plastik yang dibeli oleh warga Bekasi di sebuah pasar tradisional pada 18 Mei 2015 lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Herry Susanto SSos, memastikan disetiap kecamatan yang berada di daerah Bumi Bende Seguguk bebas dari peredaran beras sintetis atau beras berbahan baku plastik.

“Kalau untuk Kabupaten OKI masih aman dari peredaran beras sintetis, dan hingga saat ini kami belum menerima laporan yang menyebutkan beras sintetis,” kata Kadisperindagkop Herry Susanto, Senin (25/5/2015).

Masih katanya, pihaknya akan terus melakukan pengawasan untuk mencegah kerugian konsumen akibat beredarnya produk-produk palsu tersebut, terlebih beras tersebut membahayakan kesehatan.

“Kami akan terus melakukan pantauan disetiap pasar yang berada di OKI untuk mengantisipasi kemungkinan beredarnya beras sintetis tersebut,” ujar Herry yang berharap agar para pedagang jangan sekali-kali menjual beras berbahaya kepada masyarakat dan bisa membahayakan si pedagang itu sendiri.

Ia juga menerangkan, ciri-ciri beras sintetis ialah warnanya lebih jernih, aroma berbeda dari beras biasanya dan jika terendam air maka akan mengapung dan bila digigit akan terasa lebih keras, sementara beras asli akan tenggelam bila direndam air dan mudah digigit.

“Secara kasat mata sebenarnya bisa dibedakan antara beras asli dan sintetis. Apalagi kalau dimasak, beras sintetis cukup lama mengembang dan setelah masak bentuknya tidak utuh serta akan mudah basi dan berbau,” jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved