"Berteman" Lagi, Pacquiao Ajak Ayahnya ke Amerika

Pacquiao akan membawa ayahnya, Rosalio Pacquiao berada di sekitar ring saat dirinya menghadapi pertarungan terbesar dalam karirnya tersebut

Editor: Weni Wahyuny
Manny Pacquiao dan ayahnya, Rosalio 

TRIBUNSUMSEL.COM, MANILA - Manny Pacquiao memanfaatkan kesempatan mega tarung menghadapi Floyd Mayweather Jr pada 2 Mei mendatang sebagai ajang menunjukkan rekonsiliasi dengan ayahnya setelah berseteru selama 20 tahun.

Pacquiao akan membawa ayahnya, Rosalio Pacquiao berada di sekitar ring saat dirinya menghadapi pertarungan terbesar dalam karirnya tersebut. Selama ini ia juga selalu membawa ibunya, Dionsia mendampinginya di atas ring.

Pernah memang, Rosalio ikut dalam rombongan anaknya saat bertarung di Amerika pada 2009 lalu. Meski begitu, banyak pihak masih menganggap ada hal-hal masa lalu yang mengganggu hubungan ayah dan puteranya tersebut.

Rosalio -kini 56- meninggalkan Manny dan ibunya, Dionisia ketika sang juara dunia masih berusia belasan tahun. Rosalio meninggalkan keluarganya yang miskin setelah ketahuan ternyata telah memiliki keluarga dengan wanita lain.

Kini Rosalio telah menikmati rekonsiliasi dengan anaknya dan menerima limpahan materi dari Pacquiao. Rosalio kini tinggal di rumah yang dibangun anaknya di General Santos. Rumah ini jelas lebih layak huni ketimbang rumah mereka di Sarangani, Filipina Selatan yang sarat dengan kemiskinan.

"Seringkali saya merasa semua hal ini sulit dipercaya sebagai hal yang nyata," kata Rosalio. "Dulu, kami hanya makan pisang. Sekarang, kami bisa makan apa saja."

Dengan kekayaannya, Manny Pacquiao kini mampu membeli rumah mewah seharga 8.4 juta dolar AS di Beverly Hills, Amerika. Padahal dulu ia lahir dan besar di sebuah rumah kecil yang hanya memiliki satu bilik kamar di desa miskin Tango, Sarangani, Filipina Selatan.

Untuk menghidupi keluarganya, Rosalio bekerja sebagai buruh petik kelapa. Ia harus mengupmulkan 70 butir kelapa setiap hari untuk menerima upah yang digunakannya untuk menghidupi keluarga.

"Hidup kami sangat susah pada waktu Manny kecil. Kami hanya makan pisang dan bila saya mendapat upah, saya baru bisa membeli nasi buat kelaurga."

Hubungan Manny dana Rosalio memburuk saat mereka seluarga pindah ke General Santos dan harus bekerja sebagai penjual makanan di pinggir jalan. Manny lebih banyak hidup sebagai anak jalanan dan mulai kerap berselisih dengan ayahnya yang kemudian diketahui memiliki keluarga lain.

Belakangan melalui otobiografinya (2010), Manny Pacquiao menyebut puncak kekesalannya pada ayahnya adalah saat ia mengetahui anjing kesayangannya telah dibunuh untuk menjadi lauk buat keluarga. "Dia (Rosalio) mengambil anjing yang saya temukan dan memakannya. Bagi seorang anak, hal ini tak bisa dimaafkan. Seperti mencuri sesuatu yang sangat ia cintai dan lebih buruk daripada mencuri uangnya," tulis Pacquiao. "Saya tidak bsia memaafkan hal itu selama 20 tahun."

Manny kemudian tidak bertemu dengan ayahnya selama 20 tahun, sampai Rosalio ikut ke Amerika pada 2009. "Saya sudah tidak marah lagi saat itu dan memaafkannya," kenang Pacquiao. "Waktu sudah berlalu berpuluh tahun dan kami berdua sudah sama-sama menderita. (Pertemuan) itu seperti pembersihan jiwa buat saya, seperti beban yang saya panggul selama 20 tahun telah diangkat dari pundak saya."

Rosalio sendiri membantah cerita ia memakan anjing kesayangan anaknya. "Saya tidak tahu darimana asal cerita itu. Mungkin ada kesalahpahaman berkaitan denga peristiwa ini."

"Saya selalu mendukung keinginan Manny untuk bertinju. Justru ibunya yang tidak menginginkan hal itu. Ia ingin anaknya menjadi seorang pastor."

Namun Rosalio mengaku ia sangat bangga dengan masa lalu dan masa kini bersama anaknya. "Hubungan kami saat ini sangat kuat dan dekat. Setiap kali bertemu, kami saling berpelukan dan berbicara tentang pertarungan yang dijalaninya."

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved