Warga Vietnam Lagi Booming Hidangan Hewan Kucing
Kemudian baru dikuliti, lalu tulang-tulangnya dibuang, kemudian dibawa ke dapur untuk dihidangkan ke pelanggan.
TRIBUNSUMSEL.COM - Kucing dikenal sebagai binatang peliharaan jarang sekali ditemukan sebuah restoran yang menjual hidangan yang khusus menyajikan makanan olahan yang berbahan daging kucing.
Namun di Vietnam mengkonsumsi daging kucing sedang membooming sehingga populasi kucing di Vietnam menurun drastis, Kamis (16/4/2015).
Dilansir Dailymail, sejumlah restoran di Vietnam bagian utara sedang gencarnya mempromosikan hidangan yang terbuat dari daging olahan kucing.
BACA JUGA: Tertangkap Basah Bercinta dengan Pria Lain, Wanita Ini Cuek Saja
BACA JUGA: Ulama Iran: Memikirkan Wanita Lain saat Bercinta, Melahirkan Keturunan Gay
BACA JUGA: Ekspresi Seorang Ayah Mengetahui Anaknya Hamil di Luar Nikah
BACA JUGA: Cara Memancungkan Hidung Secara Alami
Padahal sudah ada undang-undang yang menyatakan pelarangan mengkonsumsi kucing.
Namun yang menjadi persolaan para penggemar masakan olah daging kucing merupakan para pengacara dan petugas kepolisian.
Di salah satu restoran bernama restoran Quy Beo terang-terangan menjadikan makanan olahan daging kucing sebagai makanan andalan.
Kepada MailOnline pemilik restoran mengatakan dalam sehari restoran miliknya mampu mengolah sebanyak 31 ekor kucing dalam sehari.
Akibat semakin meningkatnya para penggemar daging kucing, perburuan terhadap kucing semakin gencar.
Bahkan sejumlah orang menjadikan perburuan terhadap kucing sebagai mata pencaharian.
Biasanya satu ekor kucing dihargai sekitar 37 poundsterling atau sekitar Rp 700 ribu.
Kelompok pecinta hewan mengecam perdagangan ilegal tersebut dan mengklaim kucing-kucing diangkut dalam kondisi yang mengerikan.
Mengarungi perjalanan jauh sebelum dikuliti hidup-hidup, tulang dihilangkan dan dimakan.
Januari lalu sebuah truk lorry yang membawa tiga ton kucing diamankan pihak kepolisian Hanoi.
Kucing-kucing tersebut diimpor dari Tiongkok.
Berdasarkan investigasi yang dilakukan MailOnline , menemukan ratusan kucing di atas meja sebuah restoran dalam kondisi mengerikan.
Sementara itu hidangan olahan daging kucing yang terkenal di restoran Quy Beo adalah cat meat hot pot harganya mencapai 40 Poundsterling atau sekitar Rp 760 ribu per porsi.
Dan yang paling murah mie kucing harganya 3 Poundsterling atau sekitar Rp 52 ribu.
Pemilik restoran Quy Beo yang enggan disebutkan namanya, mengizinkan MailOnline melakukan investigasi, menunjukkan tempat penyimpanan kucing mereka.
Ternyata kucing ditumpuk di satu kandang, semuanya kucing seakan marah ingin dieluarkan dari penyiksaan.
Pemilik restoran mengatakan, tempat penyembelihannya tidak jauh dari kandang.
Setelah disembelih mereka langsung dicelupkan ke dalam air mendidih.
Kemudian baru dikuliti, lalu tulang-tulangnya dibuang, kemudian dibawa ke dapur untuk dihidangkan ke pelanggan.
"Penggemar daging kucing dari hari ke hari semakin banyak, daging kucing kalau sudah diolah dalam bentuk makanan,"
"Rasanya lebih lezat dari daging-daging lainnya, bahkan sejumlah orang sangat yakin kalau daging kucing memiliki banyak manfaat, diantaranya untuk penambah stamina dan meningkatkan daya tahan tubuh," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/daging-kucing-booming-di-vietnam_20150416_192950.jpg)