Terlalu Lama di Jalan Bisa Bikin Hipertensi dan Kegemukan

Mereka yang tinggalnya tidak terlalu jauh pun ada kalanya harus menempuh perjalanan rumah-kantor cukup lama karena harus berhadapan dengan

WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2015) akibat penutupan jalan tol Jagorawi di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Warga setempat berdemonstrasi dengan menutup ruas Tol Jagorawi KM 21 mengakibatkan kemacetan hingga Jakarta dan Bogor. Warga menuntut agar jembatan penyeberangan yang rusak diperbaiki agar bisa digunakan warga menyeberang. WARTA KOTA/ALEX SUBAN 

Satu masalah lainnya yang penting untuk diperhatikan adalah kemungkinan terpapar polusi dengan lebih banyak. Studi tahun 2007 terhadap warga Los Angeles menunjukkan, hampir setengah dari paparan terhadap polusi udara berbahaya terjadi saat mereka bepergian dengan kendaraan.

Sementara bersepeda ke tempat kerja, menurut riset yang dilakukan di Belanda tahun 2010 menunjukkan peningkatan paparan terhadap polutan. Tetapi penelitian serupa juga menjumpai bahwa manfaat kesehatan yang membuat denyut jantung meningkat dengan bersepeda jauh lebih besar daripada risikonya setidaknya hingga 9 kalinya.

“Tidaklah mudah untuk pindah atau berganti pekerjaan. Sehingga bila Anda mengalami perjalanan yang lama, penting untuk membuat upaya lebih besar menjadi lebih aktif sepanjang hari,” ujar Hoehner. Saran yang diberikan Hoehner adalah dengan jalan kaki saat istirahat, sering beranjak dari meja kerja, naik tangga, dan membuat prioritas untuk berolah raga saat memiliki waktu.

Berangkat ke kantor bersama teman kantor atau teman satu komplek perumahan, bisa dicoba. Anda bisa bergantian menyetir dengan mereka. Kalau pun malas menyetir, cobalah naik transportasi umum seperti bis atau kereta.

Sumber: Kompas
Tags
Macet
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved