Janda DO Mengaku Diperkosa Berkali-kali, Padahal Banyak Peluang Kabur

DO mengaku penyekapan atas dirinya dilakukan di rumah Enang di Gang Kembang, RT 3/3, Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung, Depok sejak 20 February lalu.

Warta Kota/Budi Malau
DO (24), janda satu anak, yang mengaku disekap dan diperkosa oleh Enang (36) di sebuah rumah kontrakan di kawasan Depok, Jawa Barat. 

Selain itu, DO juga mengaku beberapa kali sampai sujud di kaki pelaku agar tidak dibunuh oleh Enang.

Hal itu menurut janda beranak satu itu, dilakukan Enang saat ia marah karena dirinya meminta pulang ke rumahnya di Sukabumi.

"Kalau dia marah karena saya minta pulang dia ngeluarin samurainya dan mau bacok saya. Saya sampai sujud supaya dia gak melakukan itu," kata DO di balai wartawan Mapolresta Depok, Selasa (24/3/2015).

Menurut DO, ia sangat ketakutan dan percaya pelaku bisa melakukan perbuatan yang sangat kejam.

Pasalnya pelaku pernah juga melukai dirinya sendiri agar dia jangan pergi meninggalkan Enang.

"Dia bilang saya harus mau kawin sama dia. Dia mengancam akan bunuh diri dulu di depan saya kalau saya pergi. Saya gak mau dikira membunuh dia, makanya saya nurut saja," kata DO.

Menurut DO, suatu kali Enang pernah melukai dirinya sendiri sewaktu ia meminta pulang ke rumahnya di Sukabumi.

"Dia ngeluarin samurai lalu nempelin ke lehernya. Saya bilang jangan, eh dia lukain dadanya sendiri sampai keluar darah banyak. Saya gak mau dikira melukai dia," kata DO.

DO tampak emosional ketika menceritakan kisah dirinya yang disekap dan diperkosa selama 35 hari oleh Enang.

Ia disekap Enang di rumah kontrakan milik Enang, di RT 3/3, Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung, Kota Depok, sejak 20 Februari 2015 lalu.

Sambil meneteskan air mata, perempuan asal Sukabumi yang mengenakan jilbab biru itu, mengaku selama 35 hari disekap di rumah Enang.

Bukan itu saja, setiap hari dia juga mengaku diperkosa oleh Enang.

"Saya diancam akan dibunuh atau dia yang bunuh diri di depan saya sambil mengeluarkan samurai. Selama 35 hari saya disekap dan diperkosa setiap hari di kamar rumah kontrakan, yang kata Enang kontrakan itu punya dia," papar DO kepada wartawan di Balai Wartawan Mapolresta Depok, Selasa (24/3/2015) sore.

Bahkan kata DO, ia berkali-kali diseret oleh Enang ke rel kereta api untuk bunuh diri bersama pada dini hari.

Selama dalam penyekapan, HP milik DO disita oleh Enang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Tags
perkosaan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved