Pengendara Sepeda di Tengah Kemacetan

"Pada dasarnya semua orang ramah, cuma kalau macet kan bikin stres, kalau kita naik sepeda enggak merasakan itu.

Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.COM
Pendiri Fixietas Jakarta, Karfianda. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Sajian kemacetan seakan menu lengkap bagi masyarakat Ibu Kota. Mulai dari pagi, siang, sore hingga malam hari kemacetan terjadi di beberapa titik di Jakarta. Dua tipe kendaraan yang mudah ditemui di tengah kemacetan Jakarta adalah sepeda motor dan mobil. Keduanya menjadi bagian yang tak terlepaskan dengan kemacetan Jakarta. Lalu bagaimana nasib pengendara sepeda?

Para pengendara motor atau mobil biasanya terjebak di kemacetan Jakarta hingga dua sampai tiga jam untuk sampai menuju rumahnya. Tak pelak, orang menjadi cepat emosi di jalan karena tidak kuat dengan kemacetan di Jakarta.

"Pada dasarnya semua orang ramah, cuma kalau macet kan bikin stres, kalau kita naik sepeda enggak merasakan itu. Naik mobil atau motor 2, 3 jam macet, tapi kalau sepeda paling setengah jam capeknya,” kata pendiri Fixietas Jakarta, Karfianda Suryoutoro, di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2015) sore.

Di jalanan, kata Karfianda, para pesepeda biasanya lebih fokus pada jalanan. Sehingga, ia dapat mengurangi tingkat stres saat menghadapi kemacetan.

Peluang Car Free Day

Berkendara menggunakan sepeda di Jakarta terbilang cukup sulit sehingga tak banyak pengendara sepeda yang berkeliaran di Jakarta. Kendati demikian, Car Free Day (CFD) adalah salah satu momen di mana Jakarta bisa disesaki pengendara sepeda.

Karfianda juga menilai CFD salah satu program pemerintah yang dapat mendorong masyarakat bersepeda. "Car Free day di Jakarta itu dukungan pemerintah yang lumayan bangetlah. Ada yang bilang berantakan atau apalah, tapi di balik itu, minimal seminggu sekali ada akses orang untuk menggunakan sepeda dengan aman,” kata Karfianda.

Dari kebiasaan, Karfianda berharap, nantinya masyarakat memahami bagaimana rasanya berkendara dengan aman dan nyaman di Jakarta. Terlebih buat beberapa orang yang selama ini skeptis terhadap bersepeda di Jakarta.

"Car Free Day jadi gerbang buat orang-orang yang selama ini skeptis sama sepeda. Cobain dulu, lu bayangin Jakarta begini setiap hari begini. Enak banget, kan,” kata Karfianda.

Menurut Karfianda, aksi ini tak perlu dilakukan oleh banyak orang. Setidaknya, bisa memberikan dampak pengurangan terhadap kemacetan di Jakarta. Salah satu contoh negara yang menerapkan tersebut, kata Karfianda, adalah Denmark.

"Misal di Denmark, negara yang cukup advanced, 30% naik sepeda, 30% naik mobil, sisanya naik kendaraan umum. Jadi gak semua orang harus naik sepeda juga. ada orang-orang yang mampu naik sepeda naik sepeda, kenapa enggak coba. Supaya ada proporsi seimbang," ujarnya.

Sumber: Kompas
Tags
Macet
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved