Juknis UN Belum Ada, Disdik Sumsel Mulai Khawatir
"Besok atau Jumat mudahan-mudahan sudah ada Juknisnya, saya juga termasuk yang mengkhawatirkan itu, kenapa sampai bulan ini belum ada,"kata Kepala
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mendekati pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/sederajat pada 13-15 April 2015 mendatang. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) mulai khawatir, pasalnya mendekati pelaksanaan yang tingga beberapa bulan lagi, belum ada petunjuk teknis (Juknis) dari Kementerian.
"Besok atau Jumat mudahan-mudahan sudah ada Juknisnya, saya juga termasuk yang mengkhawatirkan itu, kenapa sampai bulan ini belum ada,"kata Kepala Disdik Sumsel Widodo, Rabu (18/2/2015).
Menurut Widodo, Juknis atau standard operating procedure (SOP) yang belum sampai ke pihaknya, jelas akan membingungkan pihaknya, termasuk Disdik Kabupaten/kota dan sekolahan yang akan melaksanakan UN nantinya.
Mengenai, soal UN sendiri Widodo memastikan sudah dilakukan pelelangan dari kementerian di pusat, dan pihaknya hanya menerima saja.
"Semua pelelangan sudah dilakukan Kementerian,"capnya.
Terkait informasi yang mengatakan nantinya, tidak ada pengawalan dalam pengiriman paket soal dan jawaban dari pihak kepolisian mulai dari percetakan hingga sekolah dan kembali lagi. Dirinya, belum bisa memastikannya, karena SOP soal pelaksanaan UN belum ada.
"Memang semuanya nanti mengacu SOP yang ada, dan kita belum ada SOPnya. Bahwa UN tidak jadi syarat kelulusan ia, tetapi kemudian masih menggunakan para pihak belum tahu, tidak saya pikir masihlah, tapi saya tidak bisa berandai-andai karena SOP landasan kita, bukan selera-selera saya,"tandasnya.