Masih Ada Penderita Gizi Buruk di Sumsel
Namun, pihaknya masih mencatat, terdapat korban kekerasan perempuan khususnya dalam rumah tangga dan masalah gizi buruk pada anak.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mengakui, meski sudah melakukan upaya maksimal di bidang perlindungan anak dan perempuan, dalam rangka menyambut Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015.
Namun, pihaknya masih mencatat, terdapat korban kekerasan perempuan khususnya dalam rumah tangga dan masalah gizi buruk pada anak.
"Perlindungan ibu dan anak terus kita (Pemprov Sumsel) tingkatkan. Memang, terdapat kasus gizi buruk pada 2014 di Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir), ini akan ditekan Pemkabnya dan Pemprov akan membantu,"kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sumsel, Mukti Sulaiman.
Menurut Mukti, perhatian Pemprov Sumsel tekait kaum perempuan dan anak, secara organisasi saat ini sudah ada badan yang menanganinya, yaitu pemberdayaan perempuan, yang di dalamnya ada perlindungan ibu dan anak.
"Ini memang baru dua tahun, semua kegiatan terhadap pembangunan kaum perempuan dan anak, sedang berkoordinasi dengan BKBBN, maupun PKK dan perlengkapan,"jelasnya.