Pengamat Sebut Harga Emas Berpotensi Terus Naik tapi juga Bisa Turun Tipis, Ini Penyebabnya

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof Sri Rahayu, mengatakan kenaikan harga emas pada 2026 telah sesuai dengan prediksi

Penulis: Hartati | Editor: Kharisma Tri Saputra
Kompas.com
ILUSTRASI EMAS - Naiknya harga emas dunia saat ini yang kembali memecahkan rekor harga emas tertinggi sepanjang sejarah mendapat atensi pengamat ekonomi. 

Ringkasan Berita:
  • Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof Sri Rahayu menyebut harga emas naik saat ini sesuai prediksi awal.
  • Diprediksi harga emas akan turun tipis sementara saat jelang musim Haji nanti
  • Karena banyak calon jemaah haji melakukan pelunasan haji dengan emas
  • Perlu diwaspadai juga faktor eksternal seperti geo politik, perang dagang hingga hingga nilai tukar rupiah akan kembali membuat emas naik.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Naiknya harga emas dunia saat ini yang kembali memecahkan rekor harga emas tertinggi sepanjang sejarah mendapat atensi pengamat ekonomi.

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof Sri Rahayu, mengatakan kenaikan harga emas pada 2026 telah sesuai dengan prediksi yang disampaikannya sejak awal atau di penghujung tahun lalu.

Menurutnya, kenaikan harga emas tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Dari sisi internal atau dalam negeri, kenaikan harga emas dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat saat ini.

Kondisi ini sejalan dengan hukum pasar, di mana ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, maka harga akan ikut naik.

Namun demikian, Prof Sri Rahayu memprediksi harga emas berpotensi melandai setelah Lebaran idul Fitri atau menjelang pelunasan biaya haji nanti.

Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat yang melepas atau menjual emas untuk memenuhi kebutuhan pelunasan biaya haji.

"Trennya di dalam negeri harga emas akan sedikit terkoreksi karena musim haji, tapi diperkirakan tidak akan terkoreksi tajam, karena kondisi pasar masih relatif kuat," kata Ayu menjawab pertanyaan wartawan Tribunsumsel.com, Sabtu (24/1/2026).

Prof Ayu menjelaskan, ketika stok emas di pasaran meningkat sementara permintaan menurun, harga cenderung bergerak melandai.

Kendati demikian, faktor eksternal terutama kondisi geopolitik global, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, dinilai masih berpotensi mendorong kenaikan harga emas dunia.

“Oleh sebab itu, meskipun sempat terkoreksi akibat meningkatnya penjualan emas untuk biaya haji, harga emas diprediksi akan kembali naik karena pengaruh faktor geopolitik global,” tutupnya.

Selain itu sejak dulu harga emas tidak akan turun tajam walaupun terkoreksi, sebab emas tetap jadi instrumen investasi yang aman karena tahan inflasi.

///
Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar kian melemah membuat emas makin perkasa

Penyebab naiknya harga emas juga terjadi karena banyak faktor mulai dari nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika, faktor geo politik hingga faktor internal masing-masing negara dan lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved