Jangan Pakai Bantal Terlalu Tinggi
Sebaiknya posisi yang baik saat tidur yaitu keadaaan kepala dan leher itu sejajar dengan semua bagian tubuh.
TRIBUNSUMSEL.COM - Nyeri dan kaku leher adalah keluhan yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Khususnya ketika kita bangun tidur. Umumnya ini dikarenakan posisi yang salah saat kita tidur di malam hari.
Dr Jalalin SpKFR, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Graha Spesialis Rumah Sakit Mohammad Husein Palembang, Senin (1/12) mengatakan rasa nyeri dan sakit pada leher sering dikarenakan posisi tidur yang salah.
”Pada umunnya sakit dan rasa nyeri ketika bangun di daerah leher karena pada saat posisi tidur bagian leher dan badan itu tidak sama,” ucapnya.
Sebaiknya posisi yang baik saat tidur yaitu keadaaan kepala dan leher itu sejajar dengan semua bagian tubuh.
”Posisi yang baik itu, bagian kepala dan kaki itu sejajar, sehingga leher tidak dibuat kaku dan tidak menimbulkan nyeri nantinya,” jelasnya.
Lebih lanjut dr Jalalin menuturkan, selain posisi leher yang salah pada saat tidur, seperti penggunaan bantal yang tinggi juga dapat mengakibatkan terjadinya sakit pada leher.
”Bantal yang terlalu tinggi, dapat membuat posisi leher menjadi tegang sehingga membuat otot tertarik atau sarafnya terjepit,” paparnya.
Dr Jalalin menjelaskan, penyebab lain dari sakit leher juga dapat dikarenakan terjadinya pengapuran pada sendi-sendi tulang leher, sehingga menyebabkan tulang leher susah digerakkan.
”Apabila terjadi regenerasi dan pengapuran di sekitar sendi leher, juga dapat membuat leher menjadi kaku dan susah digerakan, tapi umumnya ini terjadi pada orang tua yang telah lanjut usia,” terangnya.
Untuk cara pengobatan leher yang terasa sakit sendiri, dr Jalalin mengatakan tergantung pada tingkat dan lamanya rasa sakit yang dirasakan.
Misalnya kalau untuk sakit leher biasa, cukup diobati sendiri saja di rumah.
”Kalau masih ringan, bisa dilakukan pengobatan sendiri yang dilakukan di rumah, caranya cukup mengompres leher yang terasa sakit dengan air hangat, catatan sebaiknya gunakan wadah karet buat penurun panas, bukan menggunakan botol air mineral yang diisi air panas,” tuturnya.
Diterangkan dr Jalalin, apabila rasa sakit tidak kunjung hilang dan mungkin malah bertambah sakit, maka barulah dilakukan pengobatan lanjutan yang dilakukan dokter fisioterapi.
”Pengobatan yang dilakukan secara medis melalui fisioterapi bisa melalui alat fisioterapi yang diletakan di sekitar leher, kemudian alat itu akan membuat rasa hangat pada leher untuk meregangkan otot. Lalu ada juga cara dengan menarik otot leher, ini juga ditujukan buat peregangan sendi-sendi leher,” ungkapnya.