Citizen Journalism

Membangun Masyarakat Cinta Perpustakaan

Kenalkah Anda dengan satu perpustakaan di kota Anda? Pernahkah Anda mengunjunginya? Apakah Anda merasa betah di dalamnya

Kenalkah Anda dengan satu perpustakaan di kota Anda? Pernahkah Anda mengunjunginya? Apakah Anda merasa betah di dalamnya dan meraup manfaat darinya? Berapa buku yang pernah Anda baca dari perpustakaan? Berapa orang yang biasanya Anda jumpai di perpustakaan?Apa yang biasanya mereka kerjakan?

Bagi banyak orang, jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas adalah jelas: geleng-geleng atau angkat bahu. Perpustakaan yang lazim dikenal barangkali cuma perpustakaan sekolah atau kampus. Orang ke sana karena ada tugas dari dosen dan harus mencari literatur. Selain itu karena ingin belajar pada suasana yang nyaman, sambil sekali-sekali membaca koran hari itu. Jarang orang datang ke perpustakaan, apalagi perpustakaan non kampus, untuk membaca buku-buku bermutu yang ada di dalamnya. Perpustakaan menjadi tempat yang sepi, agak berdebu dan “angker”. Hanya peneliti yang memerlukan singgah ke sana. Para penjaganya juga kesepian, sehingga ada perpustakaan yang buka hanya kalau ada permintaan saja.

Sebuah kalimat yang mengatakan bahwa “buku adalah jendela dunia”. Kalimat yang sering kita dengar mulai dari kecil sampai dewasa. Tanpa harus berkeliling dunia,kita bisa mengetahui informasi di berbagai dunia. tapi kalau kita lihat kenyataannya berbeda sekali, orang kurang berminat dengan perpustakaan. Berikut tips-tips agar masyarakat itu cinta dengan perpustakaan
1. Gedung atau Ruangan, yang berfungsi untuk menampung bahan pustaka, juga  berfungsi sebagai tempat layanan yang nyaman kepada pengguna perpustakaan, sehingga pengguna akan kerasan dan senang datang berkujung untuk meminjam dan membaca bahan pustaka/koleksi.Seperti apa gedung atau ruangan yang menarik, bisa dari segi warna, dari segi tata ruang, segi tempat, penerangan.
2. Bahan Pustaka yang lengkap, sesuai dengan kebutuhan pengguna berfungsi sebagai sumber belajar dan media informasi yang akan dilayankan kepada pengguna. Bahan pustaka atau koleksi baru harus selalu diinformasikan. Pengadaan bahan pustaka secara teratur dan terus menerus, karena bahan pustaka/koleksi merupakan media informasi dan media layanan yang akan disampaikan kepada pengguna. Sehigga pengguna akan senang datang berkunjung dan meminjam bahan pustaka untuk dibacanya.
3.Tenaga Pengelola yang profesional, merupakan pelaksana layanan dan penanggangung jawab semua kegiatan di perpustakaan. Tapi harus disadari perkembangan sebuah perpustakaan tidak bisa hanya diserahkan kepada pengelolanya. Berbagai pihak yang terkait juga ikut menentukan perkembangan. Tenaga yang dapat melayani mengunjung secara prima (mudah senyum, ramah, dan sopan ).
4. Perabot dan perlengkapan, berfungsi untuk menampung dan memajang bahan pustaka yang akan dilayankan. Perpustakaan bukan gudang buku oleh karena itu bahan pustaka/koleksi yang ada perlu diolah berdasarkan sistem yang ada dan ditunjang dengan perabot dan perlengkapan yang menunjang sehingga dapat dengan mudah mengakses dan memanfaatkannya.Tempat buku (rak buku, lemari buku ) dapat memuat buku-buku yang ada di perpustakaan. Meja dan bangku atau kursi harus dapat membuat pengunjung merasa nyaman selama duduk di tempat tersebut. Rak buku dan kursi harus tersusun rapi.

5. Keuangan atau Dana, ini penting juga karena untuk mendanai berbagai kegiatan misalnya:  pembelian koleksi atau buku, pemeliharaan. Sistem pengolahan serta pelayanan perlu diperhatikan karena pengaturan atau pengolahan bahan pustaka/koleksi akan menyangkut prosedur peminjaman. Pengguna/peminjam akan tidak nyaman atau tidak sabar apabila prosedur pelayanan terlalu birokrasi, sehingga sasaran untuk bisa membawa masyarakat cinta perpustakaan (minat baca masyarakat) tidak berhasil. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perpustakaan perlu juga diberikan terobosan-terobosan tertentu selain harus memperhatikan pengolahan dan pelayanan. Pengaturan/pengolahan dan sistemnya harus mudah dimengerti dan dipahami oleh pengguna.
Dengan adanya fasilitas dan penyediaan sarana/prasarana serta koleksi buku yang tepat dan memadai, akan bisa membangkitkan masyarakat cinta membaca, cinta perpustakaan.

Inti dari semua kegiatan perpustakaan adalah pendayagunaan koleksinya sehingga bisa untuk mendorong, menuntun dan meningkatkan minat baca masyarakat. Keberadaan sebuah perpustakaan menjadi kurang berarti apabila tidak bisa menarik minat baca masyarakat, untuk itu perlu adanya fasilitas dan penyediaan sarana/prasarana, koleksi/buku yang tepat serta pengelola yang professional/mahir sehingga bisa membangkitkan masyarakat senang membaca, masyarakat cinta perpustakaan. Dengan demikian masyarakat jadi pandai, masyarakat pandai Negara maju.

Nama :Dian nurbaiti rachma
Mahasiswa :IAIN raden fatah Palembang

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved