Berita Viral

Viral Setelah Dentuman Misterius, Muncul Awan Tsunami, Seperti Apa Penampakannya, Simak Videonya

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan gumpalan awan aneh viral di media sosial.

Instagram
penampakan awan tsunami di jeneponto sulawesi selatan 

TRIBUNSUMSEL.COM-Sebuah rekaman video yang memperlihatkan gumpalan awan aneh viral di media sosial.

Akun Instagram Makassar Infoo, Rabu (26/12/2018), menyebut gumpalan awal tersebut membentuk ombak tsunami.

Kejadian dalam rekaman disebut terjadi di PLTU Jeneponto, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ustaz Abdul Somad Ungkap Hikmah yang Dapat Diambil dari Bencana, Pasca Tsunami

Elvarina Warga Asal Palembang Korban Meninggal Tsunami Banten, Suami dan 2 Anaknya Selamat

Selain itu akun ini menyebut ada seorang wanita yang turut mengabadikan momen serupa di pantai Galesong Takalar.

Berikut Videonya:

Belakangan ini sejak bencana Tsunami yang melanda Banteng dan Lampung, muncul gejala aneh yang terjadi di di sejumlah daerah di tanah air.

Sebut saja suara dentuman 'misterius' yang dialami sejumlah warga Sumatera Selatan.

Suara dentuman menyerupai ledakan menghebohkan masyarakat di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Bahkan menyebar kehebohan dimana-mana.

Bermacam-macam praduga. Ada yang mengatakan oleh bencana alam.

Ada juga yang mengatakan terlait latihan tentara. Belum ada kepastian dari mana sumber suara tersebut betasal.

Tapi TNI menegaskan bukan karena ada latihan tempur.

Hal ini juga ditegaskan Dandim 0403 OKU Letkol Arm Agung Widodo, melalui Pasi Intel Kodim 0403 OKU, Kapten Inf Hasan Jabar Tanjung saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Selasa (25/12).

()
() (Facebook)

Ia mengatakan, mengenai suara dentuman tersebut bahwa saat ini TNI tidak ada aktifitas apapun.

Termasuk aktivitas latihan juga selesai.

"Tidak ada aktivitas latihan. Kita sekarang fokus pengamanan Natal dan Tahun Baru," kata Kapten Tanjung.

Saat ini kata dia, pihaknya juga mencari informasi terkait suara tersebut.

"Menurut informasi ada yang mengatakan jika dentuman hebat tersebut berasal dari aktifitas anak gunung Krakatau yang erupsi beberapa hari lalu. Ini belum bisa dipastikan. Kita juga sedang mencari informasi," katanya.

Pernyataan Kodim ini juga dipertegas dengan keterangan dari Kapendam II Sriwijaya yang menegaskan tak ada latihan tempur.

Sejumlah warga di kawasan Ogan Komering Ulu (OKU) raya dari mulai OKU Selatan, Oku Timur sampai OKU dihebohkan dengan suara dentuman.

Suara dentuman itu viral dan banyak di bahas di media sosial.

Teka-teki darimana berasalnya suara dentuman di langit yang menghebohkan warga Sumsel akhirnya terkuak.

Menurut pantauan pos pengamat Anak gunung Krakatau di Lampung, suara misterius itu disebabkan oleh erupsi Anak Gunung Krakatau yang terbawa oleh angin.

"Ya betul suara dentuman di Sumsel karena erupsi Anak Gunung Krakatau. Di Lampung gemuruh dentumannya juga sangat keras sekali," ujar Kepala Pos Pengamat Anak Gunung Krakatau, Suwarno, Rabu (26/12/2018) seperti dikutip dari Sripoku.com

Menurutnya, suara dentuman itu akibat dari erupsi Anak Gunung Krakatau yang dibawah oleh angin hingga terbawa ke langit Sumsel.

Kerasnya suara dentuman yang terbawa angin, diduga kuat juga bercampur dengan petir dan hujan di kawasan yang dilintasinya sehingga menghasilkan suara dahsyat hingga membuat kaca sampai bergetar.

"Kalau memang di Palembang tak ada gunung, dipastikan terbawa oleh angin yang bercampur dengan petir. Karena memang saat ini angin sedang mengarah ke timur," jelasnya.

Ia menerangkan, letusan yang dihasilkan oleh Anak Gunung Krakatau sudah berlangsung sejak bulan Mei lalu sampai saat ini masih sering mengeluarkan erupsi.

Untuk durasinya sendiri, Suwarno menyebut intensitas berdurasi dari 30 detik hingga satu menit. Namun, jika sedang lama letusannya paling lama yang tercatat hingga dua menit.

"Sering meletusnya sejak Mei lalu, paling lama durasinya sampai dua menit. Masalah skala richter tidak bisa menentukan, karena ranahnya BMKG," tegasnya.

Ia mengimbau kepada warga Sumsel khususnya Palembang agar tetap tenang. Jika tidak ada hujan di Lampung, debunya bisa jadi terbawa ke arah timur.

Apabila debunya mencapai Sumsel, Suwarno menganjurkan kepada warga untuk segera memakai masker supaya kesehatan tetap terjaga.

"Warga diimbau tetap waspada wilayah sekitar, karena getaran kayaknya cuma terbawa angin saja ," jelasnya.

Masih Terdengar

Suara dentuman misterius yan hebohkan warga Sumatera Selatan (Sumsel) masih terus terdengar.

Bahkan pagi ini, sekitar pukul 06.00 WIB suara tersebut dua kali terdengar.

Suara ini terdengar oleh warga Palembang yang berada di sekitaran wilayah Plaju dan Tegal Binangun.

Pantauan Tribunsumsel.com, pagi ini cuaca cerah.

BMKG pun merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Selatan.

Pagi ini cuaca cerah berawan.

Suaranya terdengar hanya beberapa detik.

Jarak suara pertama dengan suara kedua sekitar 5 detikan.

Dini hari tadi, Rabu (26/12/2018) suara-suara dentuman itu juga diakui oleh beberapa orang.

Siemen, warga Tegal Binangun mengatakan, suara dentuman terdengar sekitar pukul 00.32 dan 00.39 WIB.

"Seperti suara benda besar padat jatuh," terangnya

Pukul 01.18 WIB bahkan diakui Siemen sampai 5 kali suara tersebut terdengar.

Vanda, warga Palembang lainnya juga mengaku mendengar suara tersebut sekitar pukul 00.59 WIB.

Heboh Sejak Kemarin

Masyarakat Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dihebohkan dengan suara dentuman disertai getaran dari dasar lantai tanah, Selasa (25/12/2018) sekitar pukul 21.40 WIB.

"Suara apa itu," kata Mamat Yani warga Desa Tanjung Serang Kecamatan Kayuagung yang bertamu kediaman wartawan Sriwijaya Post di Kelurahan Kutaraya Kayuagung OKI.

Suara dentuman tadi, sempat heboh di dalam group WhatSapp, Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Kabupaten OKI.

 

Mereka saling memberikan informasi bahwa, ada suara dentuman di sekitar Jalan Singadekane Pahlawan Kayuagung.

Tak hanya itu, rekan di Kelurahan Paku Kayuagung juga terdengar suara dentuman yang disertai getaran.

"Sama juga terdengar suara dentuman," jelas Andi Suardi.

Wakil Ketua JPKP Kabupaten OKI Abu Bakar juga mengaku adanya suara dentuman terdengar.

"Benar ada suara dentuman, maka itu saya tanya di group kawan-kawan mendengar dak, ternyata benar ada," katanya.

Suara dentuman keras mengagetkan warga Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Selasa (25/12/2018) malam.

Aldi, warga Liwa, mengaku, mendengar dua kali suara dentuman keras. 

Awalnya ia mengira suara tersebut berasal dari ban fuso pecah.

"Setelah saya cek tidak ada. Bingung juga itu suara apa. Keras banget kedengarannya," ujar dia kepada Tribunlampung.co.id.

Aldi mengatakan, baru saja pulang dari Tanjungkarang malam ini.

Tak lama, ia mendengar suara dentuman dua kali.

Tidak hanya dirinya yang mendengar suara tersebut, Aldi mengatakan, keluarganya juga mendengar suara dentuman tersebut.

Sebelumnya, Warga Oku Selatan dihebohkan suara dentuman misterius, dunia maya mendadak ramai.

Terhitung sejak dua hari kemarin, warga Ogan Komering Ulu (OKU) dibuat tak bisa tidur nyenyak lantaran mendengar suara dentuman misterius.

Warga panik dan merasa cemas dengan suara dentuman tersebut.

Kronologi Lengkap

Berikut Tribunsumsel.com rangkum kronologi kehebohan suara dentuman di Sumatera Selatan.

1. Bermula dari Media Sosial

Warga Oku Selatan dihebohkan suara dentuman misterius, dunia maya mendadak ramai.

Terhitung sejak dua hari kemarin, warga Ogan Komering Ulu (OKU) dibuat tak bisa tidur nyenyak lantaran mendengar suara dentuman misterius.

Warga panik dan merasa cemas dengan suara dentuman tersebut.

Hampir semua warga OKU merasa suara dentuman itu bergetar hingga terasa di dada mereka.

Penasaran dengan suara tersebut, warga bahkan ingin mempertanyakan kepada pihak BMKG.

Mereka mengira suara dentuman itu bersumber dari suara alam.

Melansir dari laman jejaring sosial Facebook,

Beginilah ungkapan warga OKU yang panik mendengar suara dentuman misterius itu.

()
() (Facebook)
()
() (Facebook)
()
() (Facebook)

Setelah ditelusuri Tribunsumsel.com, banyak warga yang masih berspekulasi.

Adanya informasi bahwa suara dentuman tersebut berasal dari suara para anggota TNI yang sedang mengadakan latihan tempur atau Pusat Latihan Tempur (Puslatpur).

Beberapa warga melalui media Facebook mencoba meredam kepanikan warga bahwa suara dentuman itu merupakan suara latihan tempur TNI.

()
() (Facebook)
()
() (Facebook)

Namun beredarnya kabar tersebut dibantah oleh seseorang yang menyatakan dirinya merupakan anggota dari bagian Puslatpur TNI.

Pihaknya membantah adanya dugaan suara dentuman itu berasal dari para anggota TNi yang sedang melakukan latihan tempur selama dua hari belakangan ini.

()
() (Facebook)

2. Bukan Karena Perubahan Cuaca

Saat ditanyakan ke grup whatsapp info resmi BMKG SMB II menyatakan bahwa tak ada cuaca yang signifikan di sekitar OKUS.

"Dari pantauan citra radar dari pukul 19.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB, tidak terlihat kondisi cuaca yang signifikan di daerah OKUS dan sekitarnya."

"Artinya Potensi untuk terjadinya petir/guntur di daerah tersebut bisa dikatakan nil. Untuk sementara mungkin seperti itu, nanti coba kami cari info-info lain."

Hingga berita ini diturunkan, tim Tribun Sumsel masih terus mencari kebenaran atas beredarnya kabar yang cukup mengejutkan warga OKU, Sumatera Selatan ini.

3. Bukan Latihan Tempur

Kodam II Sriwijaya menegaskan, pihaknya atau jajaran juga sama sekali tidak ada yang melakukan latihan tempur.

Pernyataan ini terkait suara dentuman misterius yang didengar banyak warga di Ogan Komering Ulu (OKU).

Sebelumnya ada yang menghubungkan dengan latihan militer.

Hal ini diungkapkan Kapendam II Sriwijaya Kolonel Infanteri Djohan Darmawan ketika dikonfirmasi Tribunsumsel.com, Selasa (25/12/2018).

"Kodam II dan jajaran tidak ada melakukan latihan tempur," katanya.

4. Warga Jawa Barat Juga Mendengar Suara Dentuman

Suara dentuman misterius terdengar di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Suara dentuman misterius itu terdengar jelas di wilayah Bandung, Cianjur, Karawang, Purwakartam Sukabumi.

Banyak warganet atau netizen yang penasaran dan mempertanyakan suara dentuman misterius itu.

Menurutnya, suara dentuman misterius itu menghebohkan warga Cianjur.

5. Klarifikasi PVMBG

Kasubnit Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kristianto merevisi pernyataannya soal penyebab suara dentuman misterius.

Awalnya dia menyebut itu adalah dampak anak gunung Krakatau.

Berdasarkan pemeriksaan ulang PVMBG belum bisa memastikan hubungan antara suara dentuman yang terdengar di wilayah Sumsel dan Jawa Barat itu tak berhubungan dengan aktivitas erupsi Anak Krakatau.

Pernyataan ini disampaikan Kristianto saat dikonformasi untuk kedua kalinya oleh Tribunsumsel.com.

Pada konfirmasi pertama, ia memang menyebutkan ada hubungan antara suara dentuman itu.

Namun setelah diperiksa detil dimana dentuman keras itu terdengar sekitar pukul 23.00, ia menyebutkan tak ada suara sangat keras yang keluar dari erupsi pada waktu tersebut.

6. Bukan Karena Uji Coba Roket

Suara dentuman misterius yang semula di dengan di wilayah OKU Sumatera Selatan kabarnya juga di dengar oleh warga yang ada di wilayah lain seperti Cianjur dan Jawa Barat.

Kabar terbaru yang beredar ada yang mengaitkannya dengan aktifitas uji roket yang dilaksanakan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) di Garut Selatan, Jawa Barat.

Tribunsusmel.com menghubungi Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Selasa (25/12) pukul 16.30.

 PVMBG Klarifikasi Ulang Pernyataan Soal Dentuman Misterius, Belum Pasti Berhubungan

Thomas mengatakan tidak ada hubungannya antara suara yang di dengar di wilayah Jawa Barat dengan yang ada di Sumatera Selatan dan mengaitkannya dengan uji roket Lapan.

Uji roket Lapan sendiri dilaksanakan pagi hari.

Sementara suara dentuman yang katanya didengar warga Sumsel terjadi pukul 23.00 malam kemarin.

"Sama seperti cerita sebelumnya ada suara dan masyarakat mengait-ngaitkannya. Saya rasa itu hal biasa saja," katanya. 

 Suara Gemuruh dan Dentuman dari Gunung Anak Krakatau, Ini Kata Warga yang Tiap Hari Mendengar

Uji roket Lapan juga tak menimbulkan suara dentuman. Lebih ke suara desis atau dengung.

"Dan bunyinya bukan dentuman tapi seperti desis. Dan itu tidak mungkin terdengar di banyak kota," katanya.

"Suara kan suara lokal macam-macam bisa saja petir. Hanya saja masyarakat masih sering mengaitkan sesuatu yang biasa tapi dianggap luar biasa," katanya.

Uji roket Lapan sendiri dilaksanakan sejak 23 Desember 2018 sampai 27 Desember nanti.

Thomas juga menegaskan pihaknya tak menangkap gejala aneh tadi malam

7. Suara Dentuman di Sumsel masih Misteri

Berdasarkan konfirmasi dari pihak-pihak yang berkompeten seperti BMKG, PVMBG, TNI, dan LAPAN suara dentuman di Sumsel masih belum bisa dipastikan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved