Gubernur Herman Deru Ajak Keluarga Besar Pujakesuma, Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal  

Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru bersama dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X

Gubernur Herman Deru Ajak Keluarga Besar Pujakesuma, Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal   
ISTIMEWA
Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru bersama dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X hadiri Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru bersama dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X hadiri Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk.

Acara diselenggarkan oleh Paguyuban Keluarga Jawa Sumatera (Pujakesuma) di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, Rabu (20/3) malam.

Dalam sambutannya Gubernur H Herman Deru menegaskan, wayang kulit merupakan salah satu kesenian asli Indonesia yang wajib dilestarikan dan dipertahankan sebagai budaya kearifan lokal. Selain itu kesenian warisan para leluhur dari pulau jawa tersebut juga merupakan ajang silaturahmi bagi masyarakat keturunan jawa yang ada diperantuan khususnya yang ada dipulau Sumatera yang hampir merata masyarakat adalah suku jawa.

"Kita malam ini menggelar wayang kulit. Begitu juga Sri Sultan Hamengkubuwono X, walaupun datang dari jauh tapi hati kita tetap tersambung. Kita sangat menghormati beliau sebagai Raja Jawa dan kita bangga beliau hadir ditempat kita. Kita ucapkan selamat datang pada Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta Istri," tegas Herman Deru.

Lebih lanjut Herman Deru mengajak masyarakat Tanjung Lago dan sekitarnya untuk berdoa kepada Allah SWT. Supaya apa yang diinginkan masyarakat dapat terwujud dan khususnya bagi Sumsel kedepannya dapat lebih maju lagi.

"Kegembiraan kita malam ini harus kita pertahankan, dan mudah-mudahan pertemuan ini dapat mempererat silaturahmi diantara kita sehingga tidak terpisahkan," tambahnya.

Gubernur dikesempatan mengajak agar kearifan lokal sebagai warisan budaya leluhur harus tetap dijaga sebagai benteng, jangan sampai tergerus zaman akibat dari derasnya masuk budaya asing.

"Wayangan Ini tidak lain untuk menajaga kearifan lokal. Selain itu wayangan ini juga untuk memberi pengetahuan khususnya kepada anak-anak kita, agar budaya asli Indonesia ini tidak hilang ditelan derasnya budaya global," katanya.

Dilain pihak Bupati Kabupaten Banyuasin Askolani mengaku kebanggan tersendiri bagi warga Banyuasin atas hadirnya Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Sri Sultan beserta istri di tengah masyarakat Banyuasin.

"Malam hari ini, sungguh kehromatan dan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Banyuasin karena kedatangan Raja dari Daerah Istimewa Jogyakarta beserta istri. Harapan kami kahadiran beliau membawa berkah bagi Kabupaten Banyuasin," katanya sembari menyampaikan secara sekilas kondisi geografis Kabupaten Banyusian yangnmerupakan pemekaran dari Kabupaten MUBA yang berusia 17 tahun, memiliki beragam suku, budaya dan agama.

Sementara itu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan, dirinyq sengaja datang ke Banyuasin Sumatera Selatan untuk menyapa masyarakat dalam acara pagelaran wayang kulit.

"Kebetulan saya sudah ada dari pagi tadi di Sumatera Selatan ini. Untuk menghadiri berbagai acara di Palembang. Kami sengaja datang malam ini ingin menyaksikan pagelaran wayang kulit bersama masyarakat sini," ucap Sultan.

Dia meminta, pertunjukan wayang ini agar membawa hubungan yang baik selain itu dapat membawa pemahanan, pesan, sehingga membuat damai dan rukun bagi masyarakat sekitar.

"Saya minta pagelaran wayang kulit ini membawa manfaat yang baik. Mari kita saksikan pageleran wayang kulit. Semoga masyarakat rukun dan daerah ini bisa lebih maju," tandasnya.

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved