Ekspor Kopi Dari Sumsel Masih Minim, Para Eksportir Lebih Banyak Pilih Melalui Palabuhan Di Lampung

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang ada di Sumatera Selatan. Namun sayangnya hingga kini ekspor kopi dari Sumsel masih minim.

Ekspor Kopi Dari Sumsel Masih Minim, Para Eksportir Lebih Banyak Pilih Melalui Palabuhan Di Lampung
LINDA/TRIBUNSUMSEL.COM
Contoh karet, kelapa dan kopi, yang dilepas untuk ekspor, Jumat (15/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang ada di Sumatera Selatan. Namun sayangnya hingga kini ekspor kopi dari Sumsel masih minim.

Menurut data dari Dewan Kopi Sumsel (DKS) bahwa produksi kopi di Sumsel sebanyak 184.166 ton, tapi yang diekspor dari Sumsel baru 2 ribu ton.

"Ekspor kopi di Sumsel memang masih sangat minim. Hal ini dikarenakan ekspotir lebih memilih mengirim melalui Lampung," ujar Ketua Dewan Kopi Sumsel (DKS), Zein Ismed, Jumat (15/3/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa eksportir lebih memilih ekspor melalui Lampung karena lebih efisien dan biaya lebih murah. Karena di Pelabuhan Lampung merupakan pelabuhan dalam, sedangkan di Sumsel hanya pelabuhan sungai.

"Di Sumsel itu hanya bisa satu kali ekspor hanya 5.0000 hingga 6.000 DWT. Kalau di Lampung bisa sampai 10.000 DWT. Jadi tentunya lebih efisien dan biaya murah," katanya

Menurutnya berdasarkan data, ekspor kopi di tahun 2018 yakni 2.195 ton dengan nilai Rp 39,5 miliar sedangkan potensi produksi kopi mencapai 184.166 ton. Sedangkan ditahun 2019 ini, ekspor kopi yang baru dilakukan yakni sebesar 210 ton.

Sementara itu Wakil Manager PT Budi Wahana Bina Swasta, M. Yunus Hamzah yang merupakan salah satu pengekspor kopi mengatakan, bahwa cost atau biaya melalui pelabuhan di Lampung itu lebih murah ketimbang melalui di Palembang.

"Selisinya antara menggunakan Pelabuhan di Lampung dan di Palembang itu berkisar Rp 1-2 Juta. Untuk itulah yang melalui Palembang ini tinggal dua perusahaan," bebernya.

Menurutnya tadinya ada lima perusahaan yang mengekspor kopi dari pelabuhan ini. Namun sejak tahun 1997 sampai 2001 berkurang dan tinggal dua perusahaan.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved