Berita Muratara

Sandal Jepit Saja Dicuri, Pemkab Muratara April Nanti Kukuhkan Hansip di Setiap Desa dan Kelurahan

Sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih rawan terhadap aksi pencurian atau gangguan keamanan lainnya

Sandal Jepit Saja Dicuri, Pemkab Muratara April Nanti Kukuhkan Hansip di Setiap Desa dan Kelurahan
Tribun Sumsel/ Farlin Addian
Kasatpol PP Kabupaten Muratara, Firdaus 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM MURATARA-Sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih rawan terhadap aksi pencurian atau gangguan keamanan lainnya.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Muratara segera mengukuhkan petugas pengamanan swakarsa atau hansip desa dan kelurahan se Kabupaten Muratara yang telah terbentuk.

Kepala Satpol PP Muratara, Firdaus mengatakan, dalam waktu dekat ini seluruh desa dan kelurahan akan memiliki hansip yang akan menjaga keamanan di lingkungan masyarakat.

"Hansip itu penting, nanti mereka dapat membangun sinergitas dengan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum," kata Firdaus.

Mandor Perkebunan di Muba Ini Ditembak Orang Tidak Dikenal di Depan Rumah saat Mau Jemput Ibu

Rancang Songket Cocok Bagi Anak Muda, Rumah Butik Emi Kenalkan Busana Gamis Sriwijaya Heritage

Dia memerkirakan, pengukuhan hansip tersebut akan dilaksanakan pada April mendatang.

"Secepatnya, tergantung dari desa, karena masih ada yang belum menyiapkan hansip," ujarnya.

Menurut Firdaus, ada sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Muratara yang masih rawan terhadap aksi pencurian atau gangguan keamanan lainnya, sehingga Pemkab Muratara menginginkan adanya hansip.

"Beberapa desa yang memang masih rawan, terkadang sendal jepit atau bola lampu di luar rumah saja bisa hilang. Nah, dengan adanya hansip ini paling tidak bisa meminimalisir," harapnya.

Herman Deru Perintahkan Dishub Tertibkan Truk Karet Bawa Air Keras, Sering Menetes Merusak Jalan

Kenalkan 10 Motif Batik Muaraenim yang Diangkat dari Kearifan Lokal

Dia mengatakan, untuk honor atau insentif para hansip di setiap desa/kelurahan nantinya akan dibayar menggunakan alokasi dana desa ataupun dana kelurahan.

Firdaus menambahkan, jumlah hansip setiap desa/kelurahan nantinya bervariasi, tergantung dari kemampuan anggaran desa, tingkat kerawanan desa, serta tingkat keluasan desa.

"Nanti jumlahnya tergantung dari kebutuhan desa, kami tidak menetapkan jumlahnya, jadi kami persilahkan desa yang menentukan sendiri," katanya.

Lebih lanjut, Firdaus mengakui bahwa sudah ada beberapa desa yang memiliki hansip sejak lama. Hal itu merupakan inisiatif masyarakat yang peduli terhadap keamanan lingkungan di desanya.

"Kami apresiasi desa-desa yang sudah ada hansipnya. Menurut catatan kami, ada sekitar 40 desa yang sudah ada hansip, baik laporan secara tertulis maupun secara lisan," pungkasnya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved