Berita Palembang

RS Siloam Sriwijaya Launching Klinik Gizi, Buka Paket Perawatan 2 Bulan Capai Berat Badan Ideal

RS Siloam Sriwijaya Palembang membuka klinik gizi yang menjadi salah satu fasilitas penunjang medis terbaru di tahun 2019

RS Siloam Sriwijaya Launching Klinik Gizi, Buka Paket Perawatan 2 Bulan Capai Berat Badan Ideal
Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
RS Siloam Sriwijaya Palembang membuka klinik gizi yang menjadi salah satu fasilitas penunjang medis terbaru di tahun 2019. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - RS Siloam Sriwijaya Palembang membuka klinik gizi yang menjadi salah satu fasilitas penunjang medis terbaru di tahun 2019.

RS Siloam Sriwijaya ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat Sumsel terhadap perkembangan ilmu kesehatan serta memberikan informasi kesehatan yang berhubungan dengan gizi seimbang.

Direktur RS Siloam Sriwijaya Bona Fernando, Selasa (15/1/2019) menjelaskan, paket perawatan yang ditawarkan ini seharga Rp 800 ribu.

Bona menjelaskan, selama 2 bulan, pasien diharapkan dapat mencapai berat badan ideal yang sudah ditargetkan oleh dokter melalui serangkaian perawatan maupun anjuran oleh dokter spesialis gizi RS Siloam Sriwijaya.

Lowongan Kerja Bank Mandiri Taspen Terbaru 2019 Untuk Lulusan SMA dan S2 Semua Jurusan

Membedah Alasan Kapolres Empat Lawang, Positf Narkoba Karena Konsumsi Obat Batuk

Selain itu, Klinik Gizi RS Siloam Sriwijaya melayani konsultasi untuk pasien-pasien yang berkebutuhan dengan masalah status gizi.

Klinik Gizi RS Siloam Sriwijaya berada di lantai 2 poli rawat jalan, buka mulai hari Senin hingga Kamis pukul 16.00 hingga 18.00.

“Resmi dibuka mulai tanggal 15 Januari 2019, Klinik Gizi RS Siloam Sriwijaya siap melayani pasien-pasien yang ingin mendapatkan berat badan ideal dan sehat, ucap Bona.

Selain pengguntingan pita sebagai simbolisasi resmi dibukanya pelayanan medis terbaru Klinik Gizi RS Siloam Sriwijaya, diadakan juga seminar kesehatan untuk awam dengan tema "Bahaya Obesitas, Apa Penyebab dan Penanganannya.”

Gizi seimbang adalah gizi yang masuk ke tubuh seseorang sebagai asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

5 Kafe di Prabumulih yang Jadi Favorit Tempat Nongkrong Anak Muda, Free Wifi dan Murah Meriah

Usai Lamaran Romantis Ammar Zoni ke Irish Bella, Begini Potret Keakraban Dua Keluarga Mereka

Baik itu karbohidrat, mineral atau zat-zat penunjang lainnya dalam jumlah cukup besar dan seimbang, sesuai kondisi tubuh serta aktivitasnya untuk mempertahankan kesehatan dirinya.

Hal itulah yang diungkapkan dr. Sitti Rosmahsari, SpGK, pakar gizi dari Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya.

“Asupan yang kurang memadai zat gizinya akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) gizi. Sebaliknya, asupan yang berlebihan pun akan meningkatkan risiko obesitas. Dari obesitas ini akan timbul gejala penyakit jantung, diabetes dan lainnya,” jelasnya saat launching Klinik Gizi RS Siloam Sriwijaya, Selasa (15/1/2019).

Profil Lengkap Fatih Seferagic, Qori Internasional yang Hafal Alquran Sejak Usia 12 Tahun

Ada Netizen Palembang Ikut Dilaporkan Nikita Mirzani? Ini Penelusuran Tribunsumsel.com

Seiring dengan tren beragam varian makanan junk food (cepat saji), lanjutnya, pola hidup yang cenderung konsumtif, kurangnya olahraga, juga semkain meningkatkan obesitas.

Tren mengikuti diet guna mendapatkan tubuh ideal secara instan pun marak di kalangan masyarakat saat ini.

“Memang penting memiliki tubuh ideal dan sehat, tapi balik lagi apa tujuan diet yang seimbang? Tujuannya untuk menjaga keseimbangan metabolisme yang normal, juga dapat mencegah terjadinya gejala penyakit,” papar dr. Sitti.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved