Berita Palembang

Parkir di Jalan Jenderal Sudirman Palembang Diberi Tolerasi 10 Menit Sampai Siapnya Kantong Parkir

"Jalan Jenderal Sudirman adalah Jalan nasional, sehingga tidak diperkenankan untuk dipergunakan sebagai area parkir," ujar Kasatlantas

Parkir di Jalan Jenderal Sudirman Palembang Diberi Tolerasi 10 Menit Sampai Siapnya Kantong Parkir
Tribunsumsel.com
Kerusuhan di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (9/1/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Rapat koordinasi forum lalulintas di gelar di Polresta Palembang membahas blokade Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Kamis (10/1/2019).

Berdasarkan aturan pasal 43 UU 22 /2009 terkait parkir tetap dilaksanakan.

Yaitu parkir menggunakan ruang milik jalan hanya di selenggarakan di tempat tertentu pada Jalan Kabupaten, Jalan desa atau Jalan kota.

"Jalan Jendral Sudirman adalah Jalan nasional, sehingga tidak diperkenankan untuk dipergunakan sebagai area parkir," ujar Kasatlantas Polresta Palembang, Kompol Arief Harsono.

Video : Dishub Angkut Motor, Warga Geram Sampai Blokade Jalan Sudirman Palembang.

Pergi ke Ampera Naik Taksi Online, Kronologi Eni Yulansari Siswi SMA 10 Lompat dari Ampera

Untuk menanggulangi hal tersebut, maka akan disediakan kantong parkir diseputaran kawasan tersebut.

"Rencananya akan disiapkan kantong-kantong parkir antara lain di eks bioskop cineplex, Masjid Agung, Jalan Kolonel Atmo, dan Intermasional Plaza (IP)," jelasnya.

Untuk saat ini pemilik kendaraan yang memarkirkan kendaraan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman akan diberikan toleransi parkir selama 10 menit.

"Toleransi ini kita berikan untuk loading barang dan penumpang, sampai dengan kelengkapan kantong-kantong parkir tersedia," katanya.

Ini Penjelasan Polisi Sempat Amankan Seorang Karyawan Toko saat Ricuh di Jalan Sudirman Palembang

5 Tempat Nongkrong Asyik Minum Bandrek di Palembang, Ada Bandrek Pinang Muda, Ini Alamatnya

Selain itu, nantinya akan ada disiapkan shutle bus untuk antar jemput dari lokasi parkir ke lokasi pertokoan.

Setiap pelaksanaan Penertiban akan didahului dengan tindakan preventif atau himbauan kemudian revresif.

"Sosialisasi akan dilakukan lagi terkait larangan parkir, kantong parkir dan shutle bus," tutupnya.

Penulis: Lusi Faradila
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved