Berita Lubuklinggau

Saidul Gagal Selundupkan Sabu Lewat Celana Dalamnya, Ditangkap Usai Sidang

Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Lubuklinggau menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis shabu ke dalam Lapas.

Saidul Gagal Selundupkan Sabu Lewat Celana Dalamnya, Ditangkap Usai Sidang
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM
Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Klas II A Lubuklinggau, Indra Yudha saat dibincangi Trribunsumsel.com, Rabu (9/1/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Lubuklinggau menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis shabu ke dalam Lapas.

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Klas II A Lubuklinggau, Indra Yudha mengatakan shabu tersebut diamankan dari seorang tahanan titipan Pengadilan Lubuklinggau, Selasa (9/1/2019) kemarin sekira pukul 15.30 WIB.

Pria Lubuklinggau Ini Babak Belur Dihajar Massa, Diselamatkan Polisi Patroli

"Tahanannya bernama Saidul Abrori warga Lorong Kandis, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II," ungkapnya pada Tribunsumsel.com, Rabu (09/1/2019).

Indra menuturkan, terbongkarnya percobaan penyelundupan shabu tersebut setelah petugas Lapas mendapat informasi bila seorang tahanan yang menjalani sidang di Pengadilan Lubuklinggau akan menyelundupkan narkoba.

"Ketika Saidul pulang dari menjalani sidang di Pengadilan Lubuklinggau, langsung kita lakukan penggeledahan," ujarnya.

Inilah Detik-detik dan Kronologi Warga Blokade Jalan Jenderal Sudirman, Dipicu Razia Dishub

Awalnya petugas Lapas saat melakukan penggeledahan tidak menemukan barang bukti (BB).

Karena curiga akhirnya petugas meminta Saidul membuka seluruh pakaiannya dan benar ditemukan narkoba.

"Dua buah pirek ditemukan di krah bajunya, sabu ditemukan dilipatan tali celana dalamnya dan Handphone (HP) juga ditemukan dari celana dalamnya," paparnya.

Indra menuturkan Saidul dititipkan oleh Polres Lubuklinggau di Lapas Klas II A Lubuklinggau sejak dua bulan lalu dalam kasus pencurian dan pemberatan (Curat).

"Pengakuannya dapat titipan orang luar yang diserahkan dari ojek online (Ojol) saat dia (Saidul) berda di kamar tahanan saat menunggu proses sidang," terangnya.

Indra menduga Saidul sudah dua kali melakukan aksinya, untuk menimbulkan efek jera bagi tahanan lainnya Saidul saat ini ditempatkan di dalam sel strap.

Ke depan pihaknya akan lebih memaksimalkan sistem penjagaan yang telah ada, bahkan, untuk tahanan yang pulang menjalani sidang di pengadilan akan dilakukan pemeriksaan lebih intensif.

"Termasuk pengunjung dan para pembesuk yang datang," paparnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved