Pemilu 2019

Ketahui Cara Hitung Kursi Anggota DPRD 2019 dan DPR 2019

Cara Hitung Kursi DPRD 2019 dan DPR 2019 untuk konversi kursi partai politik Pemilu 2019 mengalami perubahan, dibanding konversi pemilu sebelumnya

Ketahui Cara Hitung Kursi Anggota DPRD 2019 dan DPR 2019
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengumpulkan calon anggota DPRD Sumsel dan DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel untuk kegiatan deklarasi Pemilu damai di Kambang Iwak Palembang, Minggu (23/9/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Metode penghitungan suara DPR dan DPRD untuk konversi kursi partai politik pada Pemilu 2019 mengalami perubahan, dibanding konversi kursi pada pemilu sebelumnya.

Komisioner KPU Sumsel Liza Lizuarni saat itu, Jumat (28/9/2018) mengatakan, Pemilihan Umum Anggota DPR, dan DPRD Provinsi, maupun Kabupaten/kota 2019 tidak lagi menggunakan bilangan pembagi pemilih (BPP) seperti pada Pemilu 2014.

Menurut Liza, bagi partai politik peserta pemilu yang memenuhi ambang batas perolehan suara, sekurang-kurangnya 4 persen dari total suara sah secara nasional, baru menerapkan metode konversi suara sainte lague untuk kursi di DPR RI.

"Jadi kalau partai yang lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold secara nasional."

"Maka akan dihitung perolehan suara untuk mendapatkan kursi di DPR RI dari dapil Sumsel I dan II," kata Liza Lizuarni, Jumat (28/9/2018).

Sementara untuk kursi DPRD Provinsi, Kabupaten/ kota, ambang batas parlemen atau parliamentary threshold tidak berlaku.

Tidak berlaku penghitungan perolehan kursi anggota legislatif.

Mengenal Sosok H Halim, Orang Kaya di Sumsel Sering Dikunjungi Presiden dan Banyak Tokoh Nasional

Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPR, DPRD provinsi, Kabupaten maupun kota, sebagaimana termaktub dalam Undang undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, suara sah dibagi dengan bilangan pembagi dengan pecahan 1,4.

Kemudian diikuti secara berurut oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya.

Liza sendiri tak menampik, apakah dengan metode konversi suara itu lebih menguntungkan partai besar yang ada, seperti PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, maupun Demokrat nantinya.

Halaman
1234
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved