Berita Palembang

Fitrianti Agustinda Dorong Perempuan Terus Berkarya Wujudkan Palembang Tanpa Kekerasan Perempuan

Fitrianti Agustinda ingin meningkatkan kualitas kemampuan perempuan, sehingga perempuan ke depan bisa lebih maju dan bangkit

Fitrianti Agustinda Dorong Perempuan Terus Berkarya Wujudkan Palembang Tanpa Kekerasan Perempuan
Humas Pemkot Palembang
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama menteri PPPA Yohana dalam acara komitmen kepemimpinan perempuan kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pembangunan perempuan dan anak menuju planet 50;50 gender equality tahun 2030, di Jakarta, Senin (26/11/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kesetaraan gender di Indonesia menjadi sorotan dunia internasional.

Meskipun dalam beberapa bidang perempuan masih tertinggal, namun di mata dunia, kemajuan kesetaraan gender di Indonesia mendapat apresiasi.

Untuk itu, Indonesia terpilih menjadi satu dari 10 negara yang dipersiapkan untuk menuju planet 50:50 pada 2030 mendatang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prof Dr Yohana Yembise, mengatakan hal ini dalam forum PBB bulan September 2015 lalu di New York.

Dimana, seluruh negara anggota PBB bersama UN Woman mencanangkan Planet 2030, yaitu gender equality 50:50.

“Ini adalah suatu upaya memperluas komitmen laki-laki untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada perempuan, sehingga memperoleh akses kesehatan, pendidikan, ekonomi yang baik,” kata Yohana.

Rumahnya Disita Bank, Perempuan Ini Datang ke Griya Agung Ingin Mengadukan Masalahnya ke Jokowi

Yohana hadir dalam acara penguatan komitmen kepemimpinan perempuan kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pembangunan perempuan dan anak menuju planet 50;50 gender equality tahun 2030, di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Menurut Yohana, terpilihnya Indonesia dari 10 negara tersebut untuk membawa perempuan ke planet 50 : 50, juga dipengaruhi oleh karena Indonesia termasuk negara muslim terbesar di dunia.

Indonesia memiliki toleransi beragama yang baik serta sudah majunya perempuan Indonesia.

"Ini menjadi tantangan bagi Indonesia, karena 2030 tinggal 15 tahun lagi. Karena itu, perempuan harus bangkit."

"Sekarang, masih belum optimal. Dari 1.096 kepala daerah di Indonesia, perempuan hanya 86 orang." katanya.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved