Istri Bupati Muara Enim: PKK Bukan Perempuan Kulu Kilir

Namun berkecimpung dalam kegiatan TP PKK bukanlah hal yang baru bagi Istri Bupati Muaraenim, Ir Sumarni Ahmad Yani.

Istri Bupati Muara Enim: PKK Bukan Perempuan Kulu Kilir
Tribunsumsel.com
Istri Bupati Muara Enim Ir Sumarni Ahmad Yani. saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Tribunsumse Hj Weny Ramdiastuti 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM-Meskipun baru menjabat sebagai istri Bupati Muaraenim beberapa bulan terakhir ini.

Namun berkecimpung dalam kegiatan TP PKK bukanlah hal yang baru bagi Istri Bupati Muaraenim, Ir Sumarni Ahmad Yani.

Saat ditemui Tribun Sumsel Rabu (14/11/2018)  di rumah dinasnya, Sumarni tampak anggun dengan balutan busana gamis warna hitam dengan dipadupadankan hijab warna merah dan sebuah asesoris berupa kalung panjang berwarna emas yang dilengkapi liontin berbentuk wayang dan sebuah jam berwarna putih juga tampak melingkar di pergelangan tangannya sebelah kanan.

Sore itu Sumarni menerima kedatangan Forum Kompas Gramedia di kediamannya.

"Saya lulus kuliah tahun 1991 dari jurusan pertanian Universitas Tridinanti Palembang, lulus kuliah ditawarin kerja jadi customer service dan kemudian ditawari gabung ke PKK saat Gubernur kita masih dipimpin oleh Pak Ramli Hasan Basri, saat itu tugas saya sebagai Typist (juru ketik), meskipun saya hanya sebagai typist namun bukan maksud menggurui, saya sering ngasih saran dan masukan untuk PKK, dan alhamdulilah itu diterima, itulah awal mula saya gabung ke PKK," katanya.

Dikatakan Sumarni, dari situlah kecintaannya terhadap PKK lama kelamaan tumbuh Hingga saat ini.

"Sudah empat kali ganti Gubernur, sebenarnya sudah beberapa kali saya ingin mengundurkan diri dari PKK, namun selalu saja tidak diizinkan, baik di zaman kepemimpinan bapak Rosihan Arsyad ataupun Zaman pak Syarial Oesman namun selalu dicegah, dan sayapun, akhirnya tidak jadi berhenti,kemudian sempat juga terbesit niat untuk bekerja sesuai bidang disiplin ilmu, tapi karena mikirin anak-anak dan sudah terlanjur cinta sama PKK akhirnya saya juga yang mengalah," tuturnya.

Sumarni juga mengatakan dengan menjadi ketua TP PKK Kabupaten Muaraenim dirinya ingin merubah paradigma orang-orang yang selalu berfikiran negatif tentang PKK.

" Karena banyak orang yang mengatakan bahwa PKK itu ada yang bilang kepanjangan dari Perempuan Kurang kerjaan,Perempuan Kulu Kilir, dan yang lainnya namun pada hakekatnya mereka tidak tahu bahwa banyak sekali tugas dan pekerjaan dalam organisasi PKK, dan segala pekerjaan kalau dilakukan secara maksimal pasti akan berbuah manis begitu juga dalam PKK," katanya Sumarni.

Halaman
12
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved