Jokowi ke Palembang

Petani Keluhkan Harga Sawit dan Karet Anjlok, Ini Solusi Presiden Jokowi Dongkrak Harga Jual

Jokowi memastikan pemerintah tidak tinggal diam terus mencarikan solusinya agar ekspor CPO dari kelapa sawit maupun harga karet

Petani Keluhkan Harga Sawit dan Karet Anjlok, Ini Solusi Presiden Jokowi Dongkrak Harga Jual
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan piagam kepada Presiden Jokowi di Griya Agung, Minggu (25/11/2018). Presiden dianugerahi gelar Raja Balaq Mangku Nagaro yang berarti Raja Agung yang Memegang Kekuasaan Tertinggi Negara 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), menyikapi problem yang dialami pengusaha maupun petani sawit dan karet khususnya di Sumsel.

Beberapa bulan ini petani karet dan sawit mengeluhkan harga jual komoditi andalan ini anjlok.

Meski begitu, Jokowi memastikan pemerintah tidak tinggal diam terkait hal itu, dan terus mencarikan solusinya agar ekspor CPO dari kelapa sawit maupun harga karet memiliki harga yang sesuai.

"Di Sumsel ada problem harga karet dan CPO/sawit jatuh. Ini masyarakat perlu dijelaskan karena ini komoditas internasional yang sulit didongkrak, dan hal ini juga terjadi di negara Malaysia," kata Jokowi di Palembang, Minggu (25/11/2018).

Dari laporan diterimanya, luas lahan sawit dari 13 juta hektare di Indonesia menghasilkan produksi sampai 42 juta ton.

Jumlahnya sangat besar, ditambah lagi terkena imbas dari kampanye hitam negara luar.

Tunggu Jokowi, Menteri Rini Soemarno Nikmati Kopi Semendo dan Menteri LHK Layani Warga Wefie

TERBARU Tes SKB CPNS 2018 Digelar 1-4 Desember, Tak Ada Passing Grade, Cek di Sini Aturan Lulus

"Kita dimasalahkan di Uni Eropa dan dikenai pajak lebih tinggi di India, dan saya sudah mengirimkan tim dan menjelaskannya ini bukan jualan saja,"

"Tapi di sana (India), sudah ada saingan karena mereka memproduksi yang lebih sama dari bunga matahari," bebernya.

Ditambahkan Jokowi, pihaknya juga sudah melobi pemerintahan Tiongkok (China), untuk tambahan agar penyerapan CPO dari Indonesia lebih besar.

"Kemarin saya sudah ketemu PM Tiongkok untuk tambahan penyerapan CPO di negaranya, ada 500 ribu ton tapi tidak mengguncang harga."

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved