Pemilu 2019

Bawaslu Putuskan Luhut dan Sri Mulyani Tak Lakukan Pelanggaran Pemilu Soal Pose Satu Jari

Bawaslu RI menyimpulkan Menteri Luhut Binsar Panjaitan dan Sri Mulyani Tidak melakukan perbuatan melanggar pidana pemilu dan bukan pelanggaran pemilu

Bawaslu Putuskan Luhut dan Sri Mulyani Tak Lakukan Pelanggaran Pemilu Soal Pose Satu Jari
repro Kompas TV
Pose satu jari dan dua jari tersebut dilakukan para petinggi seperti Mento Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam penutupan International Monetary Fund (IMF)-World Bank pada Minggu (14/10/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Bawaslu RI menyimpulkan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Tidak melakukan perbuatan melanggar pidana pemilu dan bukan pelanggaran pemilu.

Pernyatan itu disampaikan oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan.

Baca: Keponakan Setya Novanto Dituntut 12 Tahun Penjara Pada Kasus Korupsi E-KTP

Dia menjelaskan, kesimpulan tersebut didapat setelah pihaknya melakukan pembahasan bersama dengan Bareskrim Mabes Polri dan Kejaksaan Republik Indonesia.

"Dalam pembahasan kedua forum Gakkumdu pada tanggal 5 November 2018 didapatkan kesimpulan peristiwa yang dilaporkan tidak memenuhi unsur ketentuan pidana pemilu dan bukan merupakan pelanggaran pemilu," ujar Abhan, dalam keterangannya, Selasa (6/11/2018).

Dia menjelaskan, Bawaslu RI menangani laporan itu setelah menerima laporan perihal pejabat negara yang menunjukkan keberpihakan kepada calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, pada Kamis, (18/10/2018).

Dalam laporan tersebut, diduga pejabat negara yang dimaksud melakukan pelanggaran Pemilu adalah Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Dan Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan.

Baca: Dukung Jokowi atau Prabowo ? Ini Penjelasan Fahri Hamzah

Keduanya dilaporkan lantaran melakukan gesture (Gestur, atau komunikasi non-verbal dengan aksi tubuh-red).

Yang dianggap sengaja dilakukan sebagai bentuk tindakan imbauan yang menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon presiden.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved