Berita Palembang

Gas Amonia Pusri Bocor, PT Pusri : Warga Meninggal Dunia Bukan karena Terpapar Gas Amonia

Manajer Humas PT Pusri : Warga yang meninggal bukan karena kejadian itu, hal itu setelah tim PT Pusri ngecek ke lapangan. Mungkin kebetulan saja

TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
Seorang pegawai PT Pusri sedang melintas di Pabrik IB Pusri 

TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG-PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang memastikan, warga Kelurahan 1 Ilir yang meninggal dunia bukan karena terpapar gas ammonia yang dikeluarkan pabrik PT Pusri.

"Warga yang meninggal bukan karena kejadian itu, hal itu setelah tim dari PT Pusri ngecek ke lapangan. Mungkin kebetulan saja," kata Manajer Humas PT Pusri Hernawan, Jumat (2/11/2018)

Dijelaskannya, PT Pusri mengoperasikan 4 buah pabrik yaitu Pusri IIB, IB, III dan IV dengan kondisi normal.

Salah satu pabrik melaksanakan perbaikan dan akan di hidupkan kembali, Kamis (1/11/2018).

Pada saat itu, sebagian kecil gas NH3 (amonia) terpapar ke udara, namun masih dalam batas yang aman.

Baca: Info Penculikan Anak di Talang Jambe, Mengapa Banyak Orang yang Percaya ? Ini Kronologis Lengkap

Baca: Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru dan Terlengkap November 2018, Redmi Note 6 Pro Hingga Redmi 6 Pro

Perusahaan telah melakukan tindak lanjut sesuai dengan prosedur agar paparan tersebut tidak berdampak luas ke pemukiman.

Menurut Hernawan, ammonia tersebut merupakan bahan baku yang seharusnya di manfaatkan kembali.

Selanjutnya, perusahaan telah memfasilitasi untuk penanganan medis kepada warga di Rumah Sakit Graha Pusri Medika saat itu juga.

Tindakan diberikan sekitar pukul 19.45, kemudian sekitar pukul 20.30 WIB, warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Ada sekitar 25 warga yang dibawa ke RS Pusri semalam, tapi semuanya sudah pulang semalam juga," kata Hernawan, Jumat (2/11/2018).

Baca: Tulis Doa Ini untuk Pernikahan Maia Estianty, Sule Malah Diprotes, Ini Penyebabnya

Baca: Operasi Zebra 2018, Satlantas Pagaralam Beri Hadiah Kepada Pengguna Kendaraan Tertib Lalulintas

Dijelaskan Hermawan, rata- rata warga yang dapat perawatan mayoritas anak- anak, dan diagnosanya karena sesak nafas.

Mereka tidak biasa menghirup udara amonia dan diduga tercampur urea.

"Alhamdullilah semua warga tidak mengalami hal serius semalam," bebernya.

Ditambahkan Hernawan, merebaknya bau amonia semalam dianggapnya sebagai suatu hal teknis yang rutin dilakukan pada pabrik.

Namun pihaknya tidak mengetahui pasti kenapa saat itu, sampai bau menyengat.

"Pabrik 1B kan ada jadwal service "star up", dan menghidupkan mesin, saat itulah diduga ada sedikit yang keluar, apalagi didorong arah angin jadi mengarah ke lingkungan warga," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved