Berita Musirawas

Keeksotisan Objek Wisata Curug Panjang di Musi Rawas Tercoreng, Pasca Tragedi Pembunuhan

Dua bulan lalu Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengembangkan pariwisata yang memanfaatkan keindahan alam

Keeksotisan Objek Wisata Curug Panjang di Musi Rawas Tercoreng, Pasca Tragedi Pembunuhan
Tribunsumsel.com/ Eko
Objek Wisata Curug Panjang 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS - Dua bulan lalu Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengembangkan pariwisata yang memanfaatkan keindahan alam.

Salah satunya objek wisata Air Terjun Curug Panjang di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti.

Objek wisata itu sempat viral di sosial media yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun regional.

Terlebih di akhir pekan warga yang berkunjung  cukup tinggi.

Baca: Tonton Link Streaming Madura United (MU) vs Persija Jakarta, Minggu 18.30 WIB, Tayang di Indosiar

Banyak pengunjung datang dari Kota Palembang dan Bengkulu sengaja menghabiskan waktu liburnya dengan mengunjungi Curug Panjang.

Namun semenjak terjadinya peristiwa berdarah sepekan lalu. Karena masalah lahan parkir, Syaipul (60) dan Rizal (30) seorang bapak dan anak tewas secara mengenaskan. 

Baca: Download Aplikasi Soal CAT CPNS 2018 Lengkap untuk Android dan Komputer: Mudah dan Gratis

Syaipul tewas setelah mengalami luka bacokan bertubi-tubi dipunggungnya dan luka dibagian leher, sementara anaknya Rizal mengalami luka di perut lalu tewas di dalam aliran Curug Panjang. 

Baca: Pede Pakai Wig Blonde dan Goyang Ular, Aksi Roy Kiyoshi di Video Ini Bikin Warganet Syok Berat

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan akhirnya Objek wisata Curug Panjang ditutup, lapak-lapak penjual yang berjejer memadati sepanjang aliran Curug yang biasa ramai orang berjualan kini sepi. 

Peristiwa berdarah itu pun langsung membuat animo pengunjung  terhenti, meskipun akhir pekan tidak ada lagi pengunjung yang datang untuk melihat keindahan Curug Panjang. 

Akibat peristiwa itu Rudi dan Haikal pun telah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya kini telah ditahan di Polres Musi Rawas. 

Namun penangkapan kedua tersangka itu tidak serta merta membuat keluarga Syaiful dan Rizal menerima, sebab mereka menduga pelaku pengeroyokan itu bukan hanya dilakukan oleh dua orang. 

"Yang melakukan pengroyokan itu bukan dua orang, banyak yang melihat jika pelakunya ada 11 orang," ungkap Subaina (51) istri almarhum Syaiful pada awak media. Minggu (14/10/2018).

Mata Subaina berkaca-kaca saat menuturkan periwistiwa kelam itu, ia pun menduga tak hanya dua orang pelaku pembunuhan.

Sebab, bila hanya dua pelaku tak mungkin suaminya sampai mengalami luka sebanyak itu, bahkan anaknya itu tidak mungkin lari terjun kesungai. 

"Anak saya itu lari karena terluka, sebab saat itu ingin dikeroyok akhirnya jatuh kesungai, saat ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia," tuturnya berlinang air mata. 

Ia pun mengaku telah ikhlas melepas kepergian suami dan anaknya, menurutnya apa yang terjadi kemarin merupakan takdir dan sudah ketetapan dari yang maha kuasa. 

Namun  ia pun berharap, meskipun sudah takdir  Polisi dapat mengungkap siapa-siapa pelaku pembunuh suami dan anaknya, ia yakin pembunuh keduanya lebih dari dua orang. 

"Itulah kita minta para pelaku itu dihukum seadil-adilnya, pelaku lainnya juga ditangkap, karena saya yakin mereka yang membunuh itu ada yang menyuruhnya," terangnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved