Pemilu 2019

Kampanye Caleg, Akun Medsos Istri Tidak Terdaftar di KPU Tapi Ikut Berkampanye Itu Masuk Pelanggaran

Masyarakat diimbau jangan ikut mengkampanyekan pilihannya melalui akun tidak terdaftar di KPU. Itu masuk pelanggaran dan membahayakan caleg

Kampanye Caleg, Akun Medsos Istri Tidak Terdaftar di KPU Tapi Ikut Berkampanye Itu Masuk Pelanggaran
dreamersradio.com
Instagram 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Kampanye atau sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu), Pileg dan Pilpres melalui media sosial ada aturan dan caranya.

Hal ini diatur dalam PKPU No 23 Tahun 2018 tentang kampanye sebagai mana diubah menjadi PKPU No 28 tahun 2018 tentang kampanye dan diubah lagi menjadi PKPU No 33 tentang Kampanye.

"Jadi aturan kampanye atau PKPU tentang Kampanye ini sudah mengalami perubahan sebanyak 3 (tiga) kali," kata Ketua KPU OKU Naning Wijaya melalui Anggota KPU OKU, Divisi Parmas dan SDM Yudi Risandi saat dibincangi wartawan kemarin.

Baca: Wagub Sumsel Mawardi Yahya Soroti Sumbangsih Perusahaan Bagi Warga Sumsel

Baca: Tahun 2018 OKU Tuan Rumah Kejurnas Wushu, Kejurda Bola Tangan dan Lomba Gala Desa, Ini Jadwalnya

Yudi menjelaskan berdasarkan PKPU tersebut menyatakan jika seorang caleg boleh melakukan kampanye melalui media sosial per 23 September lalu hingga 13 April mendatang.

Namun akun medsos yang boleh dipakai kampanye hanya akun yang telah didaftarkan oleh partai politik (Parpol) peserta pemilu ke KPU.

"Setiap Parpol harus mendaftarkan akun sosmed mereka baik itu FB, IG atau akun dalam bentuk apapun di media sosial untuk tempat mereka berkampanye," katanya.

Baca: Pebulutangkis Putri Jepang Ini Kepergok Keluar dari Kamar Kento Momota, Ini Dia Sosoknya

Baca: Berita Mura-BPBD Keluhkan 13 Perusahaan tak Penuhi Standar Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan

Ia menjelaskan, setiap akun yang tidak terdaftar di KPU memposting atau dipakai untuk kampanye seorang caleg adalah sebagai bentuk pelanggaran.

"Jika suaminya sebagai caleg, istrinya atau keluarganya ikut mengkampanyekan caleg tersebut melalui medsos yang tidak terdaftar di KPU itu masuk dalam pelanggaran," jelasnya.

Untuk itu diimbau kepada masyarakat agar jangan ikut mengkampanyekan pilihannya melalui akun yang tidak terdaftar di KPU,

"Kasihan yang calon kalau nanti hal tersebut akan membahayakan sang calon itu sendiri,"katanya.

Baca: Pekan Ekonomi Nasional Sriwijaya (PENAS) Gelar Seminar Bisnis Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0

Baca: Mahasiswa di Palembang Jadi Mucikari, Tawarkan Jasa 2 Wanita Panggilan di Grup Komunitas Facebook

Sementara itu Ketua Bawaslu OKU Dewantara Jaya SP saat dikonfirmasi wartawan terkait kampanye di sosial media mengatakan, jika dalam posisi ini jalurnya ada di wilayah KPU karena hal tersebut sudah tertuang di dalam PKPU.

"Memang jika kampanye melalui sosmed akun caleg tersebut harus terdaftar, silakan tanya KPU karena itu ranah KPU jika ada pelanggaran silakan lapor ke Bawaslu bentuk pelanggaran tersebut,"katanya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help