Berita Palembang
Balai Riset Perikanan Palembang Sharing Ilmu ke Nelayan, Tentang Alat Tangkap Ramah Lingkungan
BRPPUPP Palembang, menggelar kegiatan pusat unggulan inovasi daerah diseminasi alat tangkap perairan umum daratan, Rabu (26/9/2018)
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang, menggelar kegiatan pusat unggulan inovasi daerah diseminasi alat tangkap perairan umum daratan, Rabu (26/9/2018).
Kegiatan yang dihadiri anggota DPR RI Komisi VII, Nazarudin Kiemas serta Kepala Pusat Riset Perikanan, Dr Toni Rochimat.
Sekitar 70 peserta baik penyuluh sampai nelayan yang berdomisili di Kertapati, Seberang Ulu 2 dan Gandus mengikuti agenda tersebut.
Baca: Terpaut Usia 18 Tahun, Inilah Potret Istri Kedua Parto Patrio yang Jarang Terekpose, Muda dan Cantik
Kepala BRPPUP Palembang, Dr Arif Wibowo didampingi Ketua Panitia, Yoga Candra menjelaskan, diseminasi alat tangkap sebagai sharing knowledge terhadap alat tangkap perikanan yang ramah lingkungan.
"Dengan penyampaian masalah ini, diharapkan nelayan mampu mencermati persepsi bahwa dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, maka membantu menjaga ekosistem yang berada di perairan daratan," ujarnya.

Baca: Cara Pemungutuan Suara Pemilu 2019-Pakai Bilik dan Kotak Suara Transparan dan Sistem Coblos
Ia menambahkan, meski begitu, misalkan nelayan masih menggunakan jaring nantinya akan dipandu untuk menyesuaikan ukuran, sehingga saat menangkap tidak mengangkut ikan yang masih kecil.
Sementara, Kepala Pusat Riset Perikanan, Dr Toni Rochimat menjelaskan, Balai Riset yang ada di Palembang juga merupakan satu-satunya di Indonesia yang dipercaya untuk mewadahi penelitian se-Asia Tenggara.
Masalah perikanan yang berada di perairan umum daratan, saat ini menjadi fokus untuk mempertahankan ikan yang sudah mulai langka.
Baca: Begini Bentuk Rumah Paling Mahal di Dunia, Harganya Capai Rp19,5 Triliun
Bahkan untuk menjaga ikan yang sudah mulai sulit ditemukan, maka sangat perlu dilakukan diseminasi alat tangkap ini.
"Sumsel ini dikenal sebagai produksi ikan air tawar, seperti patin, baung, belida dan lais, tapi sekarang apakah masih banyak atau ada?, nah maka dari itu sangat penting diketahui bagaimana alt yang ramah serta caranya," ungkapnya.
Kemudian, diseminasi alat tangkap yang diselenggarakan hari ini merupakan upaya penyebaran informasi hasil riset terkait alat tangkap ramah lingkungan dan manajemen pengelolaan ikan di perairan umum daratan.
Selain itu, sejak permintaan dunia akan sumber protein hewani khususnya ikan meningkat, upaya untuk meningkatkan kemampuan tangkap alat penangkapan ikan terus diupayakan, baik dari sisi teknologi bahan alat penangkapan ikan, metode penangkapan ikan, maupun teknologi alat bantu penangkapan ikannya.
Kompetisi yang makin tinggi antar nelayan penangkap ikan mendorong nelayan untuk mengoperasikan alat tangkap yang lebih efektif dan efisien.
Anggota DPR RI Komisi VII, Nazarudin Kiemas juga mengaku sedih, dimana Indonesia yang perairan cukup luas terutama di perairan umum daratan tapi sangat sulit menemukan ikan berukuran besar.
"Nelayan di Thailand itu kaya, intinya kalau nelayan kita mau diajarin serta menuruti penyuluh, kemungkinan nelayan pada kaya semua," ungkapnya.