Rupiah Melemah Terhadap Dollar

Presiden ASEAN International Business, Nilai Rupiah Menguat Saat Kampanye Mulai

Penguatan ini dipicu karena tingkat konsumsi masyarakat akan meningkat di akhir tahun menyambut liburan Natal dan tahun baru

Presiden ASEAN International Business, Nilai Rupiah Menguat Saat Kampanye Mulai
KOMPAS/JITET
ILUSTRASI 

TRIBUNSUMSEL.COM - Presiden ASEAN International Business Shanti Rachmand Shamdasani mengungkapkan, nilai tukar rupiah atas dollar AS diprediksi berkisar antara Rp 14.700- Rp 15.000 pada akhir tahun 2018.

"Bisa di angka Rp 14.700-Rp 15.000 di akhir tahun ini, mungkin di kisaran 14.500 juga bisa," ujar Shanti pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Baca: Kemungkinan Netral, Refly Dicopot Dari Kursi Komisaris Utama Jasa Marga Perusahaan BUMN

Menurutnya, penguatan ini dipicu karena tingkat konsumsi masyarakat akan meningkat di akhir tahun menyambut liburan Natal dan tahun baru.

Baca: Ngaku Rindu ke Rizky Febian, Sule Malah Disebut Curhat, Simak Isi Videonya

Selain itu, dimulainya kampanye untuk tahun politik 2019 juga menjadi pengaruh, karena akan banyak permintaan untuk atribut kampanye.

Lebih lanjut, Shanti menyarankan untuk masyarakat agar membantu perputaran uang ini dengan membelanjakan uang mereka.

Baca: Hasil Pilpres di Sosmed, Jokowi Menang di Facebook, Prabowo Menang di Instagram dan Twitter

"Tips untuk masyarakat belanjakan uang Anda. Justru karena tidak membelanjakan uang perputaran (uang) tidak akan terjadi," ujarnya.

Sementara itu untuk pemerintah, Shanti menyarankan agar mengatur pertukaran uang dengan membuat peraturan batas dollar AS yang bisa ditukar.

"Pemerintah keluarkan peraturan dalam sehari dollar AS yang boleh ditukar (jumlahnya) sekian," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Diprediksi Menguat di Akhir Tahun, Ini Alasannya", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/05/164807026/rupiah-diprediksi-menguat-di-akhir-tahun-ini-alasannya.

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved