Berita Lubuklinggau

17 Orang Tewas Dalam 19 Kecelakaan Lalulintas di Lubuklinggau, Hati-hati Melintas Wilayah Rawan Ini

17 orang tewas dalam kejadian kecelakaan di Lubuklinggau, dengan dua orang mengalami luka berat dan tujuh lainnya luka ringan

17 Orang Tewas Dalam 19 Kecelakaan Lalulintas di Lubuklinggau, Hati-hati Melintas Wilayah Rawan Ini
gas2.org
Ilustrasi kecelakaan tabrak motor 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Selama 2019, Kepolisian Resort (Polres) Kota Lubuklinggau mencatat terjadi 19 kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

17 orang tewas dalam kejadian tersebut, dengan dua orang mengalami luka berat dan tujuh lainnya luka ringan.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Lantas, AKP Feby Febriyana mengatakan, sebagian besar lakalantas tersebut terjadi pada pengendara berusia di bawah 30 tahun.

"Sebagian besar akibat human error atau kelalaian pengendara," ujarnya, Selasa (4/9/2018).

Baca: Masih Tunggu Peraturan Gubernur, Ini Syarat Sewa Rusunawa Jalan Srijaya KM 5 Palembang

Baca: Besok 8 Gubernur Terpilih Dilantik Jokowi, Sumsel Masuk ?

Ia menyebutkan, lakalantas menjadi pembunuh nomor lima terbanyak berdasarkan data WHO.

Di Lubuklinggau tercatat pada bulan Januari tiga kejadian, Februari tiga laka (kecelakaan), Maret 3 laka, April 2 laka, Mei 4 laka, Juni 1 laka, dan Agustus 3 laka.

Selain itu, tiga diantaranya merupakan kasus tabrak lari.

"Alhamdulillah banyak kasus laka telah diselesaikan, tinggal beberapa kasus lagi yang belum selesai (masih proses lidik), salah satunya tabrak lari yang menyebabkan korban meninggal dunia di depan Hotel Dafam. Itu masih dalam proses lidik (penyelidikan) karena kita kesulitan, disana tidak ada saksi mata yang mengetahui persis nopol mobil yang menabrak, kita masih mengumpulkan data untuk pengembangan," jelasnya.

Baca: Sriwijaya FC Kembali ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jangan Ada Lagi Pengrusakan Stadion

Baca: Bukan Dollar, Ternyata ini Mata Uang Termahal di Dunia Bisa Capai Rp 49 Ribu/1 Mata Uang

Feby menambahkan, sejauh ini belum ada laka yang menonjol, semuanya masih dalam kategori laka standar, dan terjadi di black spot (titik rawan kecelakaan).

Diantaranya, berada di pertigaan Bandung Ujung, Jalan Yos Sudarso depan Lippo dan JM, serta perbatasan antara kota dan Kabupaten Mura di dekat kampus STIE dan STMIM mura. Data black spot ini ditentukan selama kurun waktu tiga tahunan.

"Selain kawasan black spot, pengendara juga wajib berhati-hati di jalan Lingkar Utara dan Lingkar Selatan, karena disana tracknya lurus dan kalau malam minim penerangan. Intinya dimanapun itu kewaspadaan dan kesadaran berkendaraan yang baik harus tetap ditaati," katanya.

Ia juga mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan melengkapi semua kelengkapan berkendaraan sesuai standar nasional Indonesia (SNI) yang bertujuan bagi keselamatan dalam berkendaraan.

Orangtua pun diingatkan agar jangan sekalipun memberi izin berkendara bagi anak sekolah yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM, karena akan berakibat fatal bagi keselamatan anak itu sendiri. Dengan harapan ke depanya angka laka lantas dapat lebih diminimalisir lagi.

"Makanya kita gencar melaksanakan giat sosialisasi, turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman dan tata cara berkendaraan yang baik dan benar sesuai prosedur," ucapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved