Pilpres 2019

Ridwan Kamil 'Bangsa Kita Punya Adab, Hentikan Makian Kampret dan Kecebong'

Gubernur terpilih Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan imbauan terkait perbedaan politik

Instagram
Ridwan Kamil dan istri 

TRIBUNSUMSEL.COM - Gubernur terpilih Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan imbauan terkait perbedaan politik.

Hal itu diungkapkan Ridwan melalui Twitter miliknya, @Ridwankamil, Sabtu (18/8/2018).

Baca: Link Live Streaming Opening Ceremony Asian Games 2018, Addie MS Bocorkan Konsep Acara

Baca: Kembali Memanas Karena Mahar, Politisi Gerindra Geram dengan Andi Arief

Baca: Al Ghazali Sempat Menemani di Rumah Sakit, Kabar Duka Datang dari Keluarga Alyssa Daguise

Ridwan mengatakan jika perbedaan politik adalah hal yang wajar, namun jangan menggunakan kata makian terlebih sebutan-sebutan yang diberikan pada lawan politik.

"Dalam politik pilihan, Selalu ada alasan utk menyukai &  alasan utk selalu tdk menyukai.

Tapi jangan gunakan kata makian apalagi kata-kata hewan, spt kecebong vs kampret. Skg ditiru ol anak2 kita di medsos.

Kita seharusnya merdeka dari hal-hal tersebut. Bangsa kita punya adab. Termuat di sila ke-2," tulis Ridwan Kamil.

Kicauan dari Ridwan Kamil ini pun mendapatkan komentar dari beberapa netizen.

Seperti yang dilontarkan oleh akun @mynameindra, "Dari atas nya dulu gimana nyontohin..juga para buzer yg di bayar untuk bikin gaduh."

Kemudian akun @GamailKainao, "Setuju x kang! Seharusnya sebagai masyarakat yg beradab dlm mengekspresikan apapun hrs tetap dilandasi sikap saling menghormati dan menghargai, itulah yg bisa membuktikan,bahwa kita sdh cukup dewasa dan matang dlm beriteraksi dlm perbedaan."

Hingga akun @dhany_ps, "Betul kang, kalo kita sih rakyat jelata cm niru2 yg di elit politik aja. Ada eks gubernur JKT bilang tai, anjing dsb, ya kita ikutin krn mrk contoh figur. Ada presiden ngomong berkelahi ya kita jg ikutin. Pemimpin adalah contoh."

Diberitakan sebelumnya dari Tribunnews, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera setuju dengan imbauan ustaz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), untuk tidak saling mengolok dengan menyebut cebong dan kampret.

"Kami sangat setuju ya. Karena dunia sosmed benar-benar berkembangnya sangat pesat. Termasuk berbagai istilah-istilah yang saya juga enggak terlalu tahu ya. Imbauan itu bagus," ujar Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (9/7/2018).

Menurut Mardani pemerintah seharusnya ikut peduli dengan fenomena di media sosial tersebut.

Pemerintah harus memberikan literasi media yang baik kepada masyarakat sehingga tidak saling mengolok-ngolok yang dapat menimbulkan perpecahan.

"Etikanya, karena Sosmed sama seperti kita di jalan raya. Ketika di jalan raya semua gak pakai etika ya tabrakan," katanya.

Mardani mengatakan kegaduhan yang terjadi di media sosial selama ini telah mereduksi modal sosial bangsa Indonesia.

Padahal, untuk menjadi bangsa yang maju perlu modal sosial yang kuat.

"Jadi seruan jangan sebatas seruan. Tapi ada literasi dan kampanye sosmed yang masif. Yang berikutnya penegakan hukum," pungkasnya.

Sebelumnya Aa Gym meminta masyarakat untuk tidak mengolok-ngolok satu sama lain dengan sebutan cebong dan kampret. Istilah tersebut selama ini digunakan di media sosial terhadap seseorang yang memiliki sikap politik tertentu.

"Jangan panggil-memanggil dengan gelaran-gelaran yang buruk. Satu panggil kecebong, satu panggil kampret. Jangan ikutan ya. Jangan ikutan manggil kampret, manggil kecebong. Kita manusia," kata Aa Gym dalam ceramahnya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad, (8/7/2018). (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Larang Gunakan Istilah 'Cebong' dan 'Kampret', Ridwan Kamil: Bangsa Kita Punya Adab, http://wow.tribunnews.com/2018/08/18/larang-gunakan-istilah-cebong-dan-kampret-ridwan-kamil-bangsa-kita-punya-adab?_ga=2.75078290.1495582276.1534567897-573592106.1534567897.

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved