Pantas Deddy Corbuzier Marah ke KPI, Inilah Tayangan Hitam Putih yang Bisa Bikin Orang Terinspirasi

Program televisi Hitam Putih mendapat sanksi teguran tertulis dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Pantas Deddy Corbuzier Marah ke KPI, Inilah Tayangan Hitam Putih yang Bisa Bikin Orang Terinspirasi
Capture Youtube/Hitam Putih Trans 7
Dua remaja yang melakukan pernikahan dini di Kalimantan Selatan diundang ke acara Hitam Putih Trans 7 

TRIBUNSUMSEL.COM- Program televisi Hitam Putih mendapat sanksi teguran tertulis dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Teguran ini lantaran acara yang dipandu Deddy Corbuzier itu dinilai melanggar aturan penyiaran.

Berikut petikan sanksi KPI kepada Hitam Putih

Berdasarkan pemantauan, pengaduan masyarakat dan hasil analisis, KPI Pusat telah menemukan pelanggaran pada Program Siaran “Hitam Putih” yang ditayangkan oleh stasiun TRANS 7 pada tanggal 18 Juli 2018 mulai pukul 18.14 WIB.

Program siaran tersebut menampilkan dialog dengan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang menikah di usia dini. Telah dilakukan penyamaran wajah terhadap kedua anak, namun wajah ibu dan nenek kedua anak yang dimaksud tidak turut disamarkan dan terdapat penyebutan identitas nama kedua anak tersebut yakni “Arifin dan Ira”.

Baca: Indonesia U-23 vs Palestina U-23 Laga Asian Games 2018, Ini Prediksi Susunan Pemain, Beto Diparkir?

Hal ini berpotensi membentuk stigma masyarakat dan menimbulkan dampak psikologis terhadap kedua anak tersebut.

Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas ketentuan tentang perlindungan anak-anak dan remaja. 

KPI Pusat memutuskan bahwa tayangan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 14 serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 15 Ayat (1).

Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI Pusat memberikan sanksi administratif Teguran Tertulis.

Baca: FOTO Presiden Jokowi Pastikan Rumah Lalu Zohri Aman dari Gempa Lombok

Sanksi ini lantas diposting oleh akun instagram KPI Pusat.

Halaman
1234
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help