Pengamat Ekonomi : Transaksi di Kota Besar Masih Pakai Dolar Turut Picu Melemahnya Rupiah

Belum lagi kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar melakukan transaksi menggunakan Dollar di dalam negeri

Pengamat Ekonomi : Transaksi di Kota Besar Masih Pakai Dolar Turut Picu Melemahnya Rupiah
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengamat Ekonomi Sumatera Selatan, Yan Sulistyo mengatakan Rupiah hingga tahun depan tetap akan tertekan Dollar karena sejumlah kebijakan eksternal dan internal.

Kebijakan eksternal lah yang paling besar menjadi penyebab Rupiah semakin tergerus Dollar karena kebijakan ekonomi Amerika yang menaikkan suku bunga acuan dan saksi ekonomi pada sejumlah negera membuat sejumlah mata uang asing lainnya ikut tergencet.

Kebijakan presiden Trump menarik kembali Dollar ke Amerika membuat Dollar langkah di pasaran, padahal permintaan dollar banyak menyebabkan mata uang negeri Paman Sam ini makin tak tergoyahkan.

Baca: Warga Desa Terusan Laut SP Padang Tolak Pembangunan JPO di Proyek Tol Kapal Betung

Yan mengatakan faktor internal juga ikut menyumbang Dollar makin perkasa. Pasalnya, pembangunan di tanah air membeli materialnya lebih banyak impor sehingga pembayarannya harus menggunakan dollar.

Belum lagi dana pembangunan didapat dari hutang luar negeri sehingga juga menggunakan dollar, padahal peredaran dollar di luar Amerika terbatas karena sebagain besar ditarik kembali ke Amerika sehingga kelangkaan dollar ini menyebabkan rupiah makin terpuruk.

Ditambahkan Yan, belum lagi kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar melakukan transaksi menggunakan Dollar di dalam negeri, padahal sudah ada undang-undang yang mengatur bahwa semua transaksi dalam negeri harus menggunakan rupiah.

Baca: LRT Palembang Sempat Tiga Kali Mogok, Kemenhub Minta Maaf Janji Tidak Akan Terulang Lagi

Nyatanya masih banyak transaksi yang menggunakan dollar. Misalnya saja di kota besar atau kota yang menjadi pusat pariwisata. Transaksi masih kerap menggunakan dollar.

"Eksportir dan importir juga kadang masih bertransaksi menggunakan dollar padahal transaksinya di dalam negeri," tambahnya.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help