CPNS 2018

Beredar Kabar Pengangkatan CPNS Honorer K2 di Prabumulih, Begini Penjelasan Kepala BKPSDM

Masyarakat hendaknya berhati-hati menerima informasi dan untuk memastikan kebenaran tentang isu CPNS

Beredar Kabar Pengangkatan CPNS Honorer K2 di Prabumulih, Begini Penjelasan Kepala BKPSDM
tribunsumsel.com/Edison Bastari
Gedung Pemkot Prabumulih 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah kota Prabumulih, Kholikin Ssos MSi memastikan informasi jika pemerintah akan mengangkat CPNS khusus jalur honorer atau Kategori Dua (K2) merupakan kabar hoax.

"Informasi yang beredar di media sosial terkait adanya petunjuk teknis rencana pemerintah pusat akan mengangkat CPNS jalur honorer K2 itu hoax, tidak ada 77 honorer kita akan diangkat CPNS," ungkap Kholikin kepada wartawan, Senin (6/8/2018).

Menurut Kholikin, terkait kabar tersebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan ke pemerintah pusat atau BKN, namun tidak ada kebenaran informasi tersebut.

Baca: Bupati Muara Enim Sempat Intruksikan Setop Vaksin MR, Hari Ini Dinkes Tegaskan Tetap Lanjut

"Setelah kami lakukan pemeriksaan ternyata semua itu tidak benar dan pihak BKN RI mengaku jika belum pernah membahas mengenai penerimaan CPNS melalui honorer atau K2," tuturnya.

Lebih lanjut Kholikin menuturkan, masyarakat hendaknya berhati-hati menerima informasi dan untuk memastikan kebenaran, disebabkan jika pemerintah melakukan penerimaan pasti diumumkan di publik dan tidak secara diam-diam.

Baca: Kejari dan Polres Muba Cek Fisik Proyek Dana Desa di 3 Kecamatan Ini

"Untuk saat ini BKN pusat masih melakukan pembahasan terkait penerimaan CPNS melalui jalur umum disebabkan belum ada kelanjutan. Masyarakat maupun pegawai yang menerima laporan agar memastikan lebih dulu agar tidak tertipu atau menelan mentah-mentah informasi hoax," tuturnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Pengembangan Karir Penilaian Kinerja Aparatur BKPSDM, Edi Arianto menambahkan, hasil koordinasi pihanya dinyatakan jika BKN mengaku surat yang beredar di media sosial itu bukan merupakan surat yang dikeluarkan pihaknya.

"Dari bentuk surat mulai dari kepala surat dan lainnya yang dikeluarkan itu bukan dikeluarkan BKN, untuk itu seluruh masyarakat khususnya para honorer K2 untuk tidak percaya informasi itu dan memastikan lebih dulu sebelum kembali menyebarkan ke orang lain atau menshare informasi itu ke publik," tambahnya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved